Media Kampung – Perbaikan fasilitas pendidikan masih menjadi kebutuhan mendesak bagi banyak sekolah di Indonesia. Program revitalisasi yang digulirkan pemerintah pusat dinilai perlu diperluas agar semakin banyak satuan pendidikan memiliki bangunan yang aman, fasilitas sanitasi memadai, serta ruang belajar yang nyaman bagi siswa.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyampaikan hal tersebut saat meninjau hasil revitalisasi SMP Avicenna di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, pada tanggal 17 Oktober 2026. Sekolah tersebut menerima bantuan senilai Rp534 juta untuk memperbaiki dua ruang kelas, kamar mandi putra dan putri, serta lingkungan sekolah. Bantuan itu menjawab kebutuhan perbaikan bangunan yang sebelumnya mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
Kondisi atap yang keropos sempat menimbulkan kekhawatiran ketika hujan turun, sehingga perbaikan menjadi penting untuk menunjang keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar. BHS mengatakan, SMP Avicenna merupakan satu dari 129 sekolah di Kabupaten Sidoarjo yang mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat. “Hasilnya sangat bagus, sekolah menjadi lebih layak dan bisa menambah ruang kelas,” ujar BHS.
Menurut BHS, program revitalisasi sekolah pada 2026 akan menjangkau sekitar 71.000 sekolah secara nasional. Capaian tersebut menunjukkan upaya percepatan pemerintah dalam membenahi infrastruktur pendidikan yang membutuhkan perhatian. Meski demikian, ia menilai pemerataan fasilitas pendidikan masih memerlukan upaya berkelanjutan.
BHS mendorong sekolah yang masih memiliki kebutuhan perbaikan untuk kembali mengajukan usulan revitalisasi kepada pemerintah. Ia memahami bahwa pelaksanaan program harus mempertimbangkan banyaknya usulan dari berbagai daerah, namun kebutuhan sekolah yang belum terpenuhi perlu terus diperjuangkan agar perbaikan sarana pendidikan dapat menjangkau lebih banyak siswa.
Selain kelayakan bangunan, BHS juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan sekolah. Menurutnya, fasilitas pendidikan perlu dilengkapi sistem peringatan dini, jalur evakuasi, dan titik kumpul yang jelas untuk mengantisipasi keadaan darurat, termasuk gempa bumi. “Anak-anak harus tahu ke mana harus evakuasi dan di mana tempat berkumpul. Kita berharap tidak terjadi keadaan darurat, tetapi sekolah harus siap,” tegasnya.
Kepala SMP Avicenna Jabon, Nurul Aini, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya. Ia menyebut perbaikan menyeluruh pada atap bangunan menjadi salah satu kebutuhan utama yang akhirnya dapat ditangani melalui program tersebut. “Kami sangat bersyukur tahun ini SMP Avicenna mendapatkan program revitalisasi. Sebelumnya, kondisi atap sekolah sudah rusak dan keropos sehingga harus diperbaiki secara menyeluruh. Sekarang anak-anak lebih nyaman belajar dan kami tidak lagi was-was ketika hujan,” kata Nurul.
Ia berharap program revitalisasi dapat menjangkau lebih banyak sekolah yang masih membutuhkan perbaikan. Menurutnya, fasilitas pendidikan yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses belajar sekaligus mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kunjungan tersebut, BHS turut menyerahkan bantuan berupa urinoir dan wastafel untuk mendukung peningkatan fasilitas sanitasi SMP Avicenna. Perbaikan ruang kelas, bangunan, dan sanitasi diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan belajar, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan sehat. Perluasan program revitalisasi pun dinilai penting agar kesempatan memperoleh fasilitas pendidikan yang layak semakin merata di berbagai daerah.














