Media Kampung – Jumlah penumpang transportasi publik di DKI Jakarta mengalami peningkatan signifikan sebesar 10,8 persen hingga September 2026. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyampaikan dalam konferensi pers di Balai Kota bahwa total penumpang TransJakarta, MRT, dan LRT mencapai 368,4 juta, menandakan peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Konektivitas Transportasi yang Meningkat
Pramono menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh adanya perbaikan dalam konektivitas transportasi di Jakarta, yang kini mencapai 93 persen. Hal ini termasuk peresmian LRT rute Kelapa Gading-Manggarai yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang semakin meningkatkan aksesibilitas transportasi publik di ibukota.
Posisi Jakarta di Peta Transportasi Global
Gubernur Pramono juga menekankan bahwa saat ini Jakarta berada di posisi ke-15 dalam peringkat transportasi publik dunia, ke-2 di ASEAN setelah Singapura, dan ke-7 di Asia. Ia menyebutkan bahwa Jakarta kini lebih baik dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya seperti Beijing dan Tokyo, serta lebih unggul dibandingkan New York dan Amsterdam.
Penggunaan LRT yang Meningkat
Saat ini, jumlah pengguna LRT rute Kelapa Gading-Manggarai sudah mencapai 11.361 penumpang. Sebelumnya, LRT rute Kelapa Gading-Velodrome hanya mampu mengangkut maksimal 4.000 penumpang.
Pramono berharap agar kepercayaan publik terhadap transportasi yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap terjaga, seiring dengan peningkatan kualitas layanan dan konektivitas yang ada.












