Media Kampung – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menyatakan pertimbangannya untuk membuka rute baru pada layanan Transjabodetabek. Keputusan ini diambil lantaran layanan transportasi yang menghubungkan Jakarta dengan daerah penyangga lainnya semakin terbukti efektif.
Pramono menyatakan, “Maka rute-rute baru untuk Transjabodetabek akan kita pikirkan untuk membuat konektivitasnya menjadi semakin baik.” Pernyataan ini disampaikan pada Rabu (22/10).
Dia menjelaskan bahwa salah satu faktor peningkatan pengguna transportasi publik adalah bertambahnya layanan Transjabodetabek. Hal ini terlihat dari lonjakan jumlah penumpang yang melebihi target saat layanan tersebut diresmikan. Sebagai contoh, rute dari Bogor ke Blok M yang awalnya ditargetkan 2.000 penumpang kini rata-rata mencatat hampir 10.000 penumpang.
Saat ini, Transjabodetabek sudah melayani 18 rute yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, hingga Cikarang. Selain itu, Pemprov DKI juga berupaya meningkatkan konektivitas transportasi publik dengan membangun rute baru untuk MRT dan LRT Jakarta.
Peningkatan Pengguna LRT Jakarta
Pramono juga mengungkapkan bahwa jumlah penumpang LRT Jakarta telah mencapai lebih dari 11 ribu per hari, yang menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan saat fase awal yang hanya mencatat 4.000 penumpang per hari.
Dia optimis bahwa dengan penyelesaian tiga stasiun yang belum beroperasi di lintasan LRT Jakarta Fase 1B, yaitu Stasiun Pramuka, Stasiun Matraman, dan Stasiun Proklamasi, jumlah penumpang akan terus meningkat.












