Media Kampung – Ratusan pelayat memadati Pondok Pesantren Daarul Rahman untuk menghadiri pemakaman KH Syukron Mamun, yang berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026. Prosesi pemakaman diadakan di kompleks pesantren di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Sejak pagi hari, kompleks pesantren sudah dipadati oleh para pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Salat jenazah dilaksanakan di Masjid An-Nida An-Naidi pada pukul 11.30 WIB, dihadiri oleh banyak tokoh agama dan pejabat setempat.

Pemakaman KH Syukron Mamun dilaksanakan sekitar pukul 13.30 WIB, diikuti dengan pembacaan tahlil dan doa bersama. Di antara tokoh yang hadir adalah Wali Kota Depok, Supian Suri, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta, KH Muhammad Faiz Syukron Mamun (Gus Faiz), yang merupakan putra almarhum.

Supian Suri menyatakan, kepergian KH Syukron Mamun adalah kehilangan besar bagi masyarakat Depok dan Indonesia. “Beliau adalah tokoh nasional yang sangat luar biasa, kebanggaan kita. Kami sangat kehilangan. Banyak pelajaran dan investasi anak-anak hebat yang lahir dari pondok pesantren beliau,” ungkapnya setelah pemakaman.

KH Syukron Mamun dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam mendidik generasi muda dan menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui pondok pesantren yang diasuhnya. Wali Kota menekankan bahwa dedikasi almarhum dalam mencintai negeri dan mendidik anak-anak adalah teladan yang patut diikuti.

Juga hadir dalam prosesi tersebut sejumlah tokoh agama lainnya, termasuk Habib Muhammad Hanif bin Abdurrahman Alatas, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi, serta pimpinan Majelis Taklim Al-Munawwir Jakarta, KH Munawir Aseli. Kehadiran mereka menunjukkan betapa besarnya pengaruh KH Syukron Mamun di kalangan masyarakat dan dunia pendidikan agama.