Media Kampung – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memberikan apresiasi tinggi kepada personel Polri yang turut memperkuat Tim Soft Tennis Indonesia dan berhasil meraih medali perunggu pada Asian Games ke-20 di Nagoya, Jepang, 2026.

Tim Beregu Putra Soft Tennis Indonesia menorehkan prestasi gemilang dengan mendapatkan medali perunggu setelah melewati persaingan ketat sejak fase grup hingga semifinal di Higashiyama Park Tennis Center. Medali ini menjadi yang ketiga bagi Kontingen Indonesia pada ajang Asian Games tahun ini.

Baca juga:

Perjuangan Tim Soft Tennis Indonesia

Kontingen Indonesia tergabung di Grup B bersama Nepal dan Korea Selatan. Pada pertandingan perdana, Tim Beregu Putra Indonesia menunjukkan performa kuat dengan kemenangan 3-0 atas Nepal. Pasangan ganda putra Tio Juliando Hutauruk dan Fernando Sanger membuka kemenangan dengan skor 5-0, diikuti oleh Bagus Angga Boedy Pradewa yang menang 4-0 pada nomor tunggal putra.

Pada pertandingan kedua menghadapi Korea Selatan, Indonesia kalah tipis 1-2 namun berhasil mengamankan satu kemenangan melalui pasangan Tio dan Fernando dengan skor 3-2. Hasil ini membawa Indonesia melaju ke perempat final sebagai runner-up Grup B.

Di babak perempat final, Tim Beregu Putra tampil meyakinkan dengan mengalahkan India 2-0. Kemenangan kembali disumbangkan oleh Tio dan Fernando, serta Bagus Angga Boedy Pradewa. Sayangnya, di semifinal melawan tuan rumah Jepang, Indonesia harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 0-2, sehingga medali perunggu menjadi hasil akhir perjuangan tim.

Baca juga:

Apresiasi dan Dukungan Polri

Wakapolri Dedi Prasetyo menyampaikan ucapan selamat dan mengapresiasi dedikasi serta semangat juang para personel Polri yang memperkuat tim. Ia menegaskan bahwa prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga menunjukkan kontribusi personel Polri di bidang olahraga selain tugas kepolisian.

Ketua Umum PP PESTI Irjen Pol. Dr. Awal Chairuddin yang mendampingi langsung tim selama pertandingan juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan penuh Polri melalui Komite Olahraga Polri (KOP). Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi penting bagi para atlet dalam persiapan dan pertandingan di Asian Games.

Melanjutkan Perjuangan di Nomor Perorangan

Setelah nomor beregu selesai, perjuangan Soft Tennis Indonesia belum berakhir. Para atlet akan kembali bertanding di nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran. Wakapolri mengajak para atlet untuk menjadikan capaian medali beregu sebagai modal kepercayaan diri dan motivasi untuk meraih hasil terbaik pada nomor perorangan demi membawa kebanggaan bagi bangsa dan bendera Merah Putih.

Baca juga:

Kontingen Soft Tennis Indonesia terdiri dari lima atlet putra yaitu Tio Juliando Hutauruk, Fernando Sanger, Bagus Angga Boedy Pradewa, Muhammad Reza Falevi, dan Rizky Zammy Febrian Laluyan, serta dua atlet putri, Siti Nur Arasy dan Allif Nafiiah.

Prestasi medali perunggu di nomor beregu menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam mempertahankan dan meningkatkan prestasi olahraga di kancah internasional, khususnya Asian Games Nagoya 2026.