Media Kampung – Keputusan pembatalan laga Levante melawan Athletic Bilbao di LaLiga Spanyol yang disebabkan oleh hujan deras memunculkan pertanyaan mengapa pertandingan Barcelona kontra Racing Santander tetap digelar meski ada peringatan hujan serupa. Perbedaan ini berkaitan dengan otoritas yang berwenang dan kondisi di lapangan saat pertandingan berlangsung.

Di Valencia, otoritas pemerintah wilayah memiliki peran penting dalam mengeluarkan larangan aktivitas luar ruangan. Meskipun status siaga oranye karena hujan deras berlaku, pemerintah tidak mengeluarkan larangan tegas terhadap kegiatan di stadion. Dalam hal ini, wasit memiliki wewenang penuh untuk memutuskan apakah pertandingan harus ditunda atau dilanjutkan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Baca juga:

Dalam kasus Levante vs Athletic Bilbao, wasit Alejandro Quintero memutuskan menunda pertandingan setelah hujan deras mengguyur stadion sehingga terowongan menuju ruang ganti terendam dan kondisi lapangan tidak memungkinkan untuk memulai laga. Sebaliknya, pertandingan Barcelona melawan Racing Santander tetap berjalan karena kondisi cuaca dan lapangan dianggap aman oleh wasit meskipun peringatan cuaca serupa dikeluarkan.

Sementara itu, hujan buatan yang dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca tidak menghasilkan air yang berbeda secara langsung dari hujan alami. Proses ini melibatkan penyemaian bahan tertentu ke dalam awan untuk mempercepat atau meningkatkan intensitas hujan yang sudah terbentuk secara alami.

Air hujan hasil modifikasi cuaca boleh ditampung, namun tetap perlu diperhatikan kemungkinan kontaminasi dari lingkungan seperti atap, talang, dan wadah penyimpanan. Air tersebut tidak disarankan langsung diminum tanpa melalui proses pengujian dan pengolahan terlebih dahulu agar aman, karena dapat mengandung mikroorganisme dan bahan kimia berbahaya.

Baca juga:

Dalam menghadapi musim hujan yang tiba, beberapa daerah seperti Aceh diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana seperti banjir dan longsor. Langkah ini meliputi pembersihan lingkungan dan drainase, penyediaan Tas Siaga Bencana, serta pemantauan informasi peringatan dini dari BMKG.

Masalah lain yang sering muncul saat hujan adalah penyumbatan saluran got yang menyebabkan genangan air dan banjir di perkotaan. Penyumbatan ini umumnya disebabkan oleh sampah plastik, limbah rumah tangga, tanah, dan lumpur yang terbawa aliran air hujan. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pengelolaan sampah yang baik dan perawatan rutin saluran drainase agar mampu menampung debit air hujan secara optimal.

Prediksi cuaca terbaru dari BMKG menunjukkan bahwa sebagian wilayah Jakarta akan mengalami hujan ringan pada tanggal 18 September 2026, dengan intensitas dan waktu turunnya hujan yang bervariasi di beberapa daerah. Informasi ini penting untuk dipantau agar kegiatan sehari-hari dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

Baca juga:

Dengan pemahaman mengenai keputusan penundaan pertandingan terkait hujan, proses hujan buatan, serta pentingnya kesiapsiagaan dan pengelolaan lingkungan di musim hujan, masyarakat dapat lebih siap menghadapi berbagai dampak yang mungkin terjadi.