Media Kampung, SurabayaDPRD Surabaya menuntut agar data manifes KMP Virgo Transport 8 diverifikasi secara menyeluruh demi kelancaran operasi SAR, sementara Polri mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) ke lima posko strategis.

Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Banjarmasin pada 13 September 2026 dilaporkan membawa sekitar 243 penumpang. Setelah kehilangan kontak di perairan Laut Jawa, ketepatan jumlah penumpang menjadi faktor krusial bagi tim SAR untuk menghitung korban yang sudah dievakuasi dan yang masih dicari.

Baca juga:

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menegaskan pentingnya validasi manifes: “Data penumpang harus akurat agar keluarga korban mendapatkan kepastian dan tim SAR tidak salah sasaran,” ujarnya pada Senin, 14 September 2026.

Polri menanggapi dengan mengirimkan tim DVI ke lima posko, dengan rincian sebagai berikut:

Baca juga:
  • Posko DVI Sumenep (Jatim) – 8 personel
  • Posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya – 20 personel
  • Posko DVI Pelabuhan Tanjung Perak – 8 personel
  • Posko DVI Pelabuhan Trisakti Banjarmasin (Kalsel) – 20 personel
  • Posko DVI Ruang Otopsi RSB Banjarmasin – 15 personel

Keluarga korban, termasuk dua warga Sampit, Helianto (55) dan Novika Liana (43), masih menunggu konfirmasi resmi. Anak mereka, Rico, menyampaikan bahwa ayahnya terakhir kali menghubungi keluarga saat kapal miring sebelum menghilang.

Sementara itu, untuk menanggapi kebutuhan transportasi laut, kapal lain seperti KM Dharma Rucitra 1 tetap melayani rute Surabaya‑Banjarmasin sepanjang September 2026, memberikan alternatif bagi penumpang yang menghindari risiko.

Baca juga: