Media Kampung, Pontianak – Kabut asap yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mengganggu operasional Bandara Internasional Supadio Pontianak. Penurunan jarak pandang akibat asap tebal menyebabkan banyak penerbangan dari dan menuju bandara ini mengalami penundaan hingga pembatalan.
Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menyatakan bahwa kondisi kabut asap dalam beberapa hari terakhir secara signifikan menurunkan jarak pandang di sekitar bandara. Hal ini berdampak langsung pada kelayakan penerbangan sehingga maskapai harus mengambil keputusan menunda atau membatalkan jadwal penerbangan demi menjaga keselamatan penumpang dan kru.
Penundaan penerbangan berarti jadwal keberangkatan bergeser menunggu kondisi cuaca membaik, sementara pembatalan berarti penerbangan tidak dapat dijalankan sesuai jadwal. Jika jarak pandang belum memenuhi standar operasional hingga batas waktu tertentu, pembatalan menjadi pilihan untuk menghindari risiko keselamatan.
Menurut Lion Group, gangguan kabut asap ini termasuk faktor eksternal yang berada di luar kendali maskapai dan dikategorikan sebagai keadaan kahar (force majeure). Meski demikian, pihak maskapai terus memantau situasi, berkoordinasi dengan otoritas terkait, serta memberikan informasi dan opsi perjalanan alternatif kepada pelanggan yang terdampak.
Selain Lion Group, pengelola Bandara Supadio, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), mengonfirmasi bahwa aktivitas penerbangan sempat terganggu cukup parah, terutama pada awal September 2026. Namun, operasional mulai kembali menuju kondisi normal setelah situasi membaik.
Gangguan akibat kabut asap karhutla ini menjadi peringatan penting akan dampak lingkungan terhadap sektor transportasi udara serta perlunya mitigasi dan penanganan kebakaran hutan yang lebih efektif untuk meminimalkan risiko bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.














Tinggalkan Balasan