Media Kampung – Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, memberikan kritik tajam terkait penurunan performa Francesco “Pecco” Bagnaia di MotoGP Aragón 2026. Tardozzi menilai masalah utama yang dialami Bagnaia bukan berasal dari kecepatan, melainkan mentalitas dan aspek psikologis yang membatasi kemampuan pembalap asal Italia tersebut.
Dalam balapan di MotorLand Aragón, Bagnaia gagal meraih hasil yang diharapkan setelah hanya finis di posisi ke-11 pada sprint race dan mengalami kecelakaan pada lap keenam di race utama hingga gagal menyelesaikan balapan (DNF). Ducati sebenarnya menargetkan Bagnaia untuk finis minimal di lima besar, namun ekspektasi tersebut tidak tercapai.
Tardozzi menjelaskan bahwa tim sudah mencoba melakukan beberapa perubahan pada sesi pemanasan, tetapi hasilnya tidak membaik. “Dia kurang percaya diri, tidak memacu motor secara maksimal, dan kami belum menemukan cara untuk mengatasi masalah ini,” ujar Tardozzi. Menurutnya, kondisi ini merupakan masalah psikologis yang membuat Bagnaia kesulitan melewati batas antara percaya diri dan mengambil risiko secara tepat.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi Ducati, terutama karena Bagnaia akan meninggalkan tim pada akhir musim dan bergabung dengan Aprilia mulai 2027. Ducati pun telah menyiapkan Pedro Acosta sebagai pengganti Bagnaia.
Di sisi lain, Tardozzi memberikan pujian kepada Pedro Acosta yang tampil gemilang bersama KTM dengan finis posisi kedua di Aragón. Ia menyebut Acosta bukan hanya pembalap potensial, melainkan juga “jaminan mutu” bagi masa depan Ducati. Tardozzi menilai Acosta sebagai sosok yang dapat diandalkan untuk menyongsong regulasi mesin baru 850cc yang akan diterapkan pada 2027.
Tardozzi juga memuji rekan satu tim Bagnaia, Marc Marquez, atas kemampuan manajemen balap yang sangat matang, yang membawanya meraih kemenangan ganda di Aragón. Marquez dinilai mampu menjaga keunggulan di lintasan dengan strategi yang cerdas dan kesabaran tinggi.
Situasi Bagnaia yang sedang mengalami tekanan mental dan performa menurun menjadi tantangan bagi Ducati, yang membutuhkan lebih dari satu pembalap untuk konsisten bersaing di barisan depan demi meraih gelar konstruktor. Keputusan Ducati fokus pada Marc Marquez dan Pedro Acosta menunjukkan arah tim dalam menghadapi musim dan regulasi mendatang.
Dengan perpindahan Bagnaia ke Aprilia dan kehadiran Acosta sebagai andalan baru, Ducati menyiapkan strategi jangka panjang untuk mempertahankan posisi kompetitif di ajang MotoGP.















Tinggalkan Balasan