Media Kampung, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak para alumni SMA Kolese Kanisius untuk terus berperan aktif dalam pembangunan Jakarta. Hal ini disampaikan saat membuka Canisius Expo 2026 di Kampus Kolese Kanisius, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (29/8).

Pramono menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, alumni, dan masyarakat dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan multikultural. Ia menyatakan bahwa kontribusi alumni Kanisius sangat berarti dalam berbagai bidang yang mendukung kemajuan Jakarta dan Indonesia.

Baca juga:

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono juga menyetujui usulan alumni untuk merevitalisasi halte bus di depan sekolah dengan nama Halte Kanisius. Perbaikan fasilitas transportasi publik ini akan dilakukan bersama alumni dengan prioritas untuk kepentingan masyarakat. Selain itu, pihak pemerintah juga akan membuka pelican crossing di lokasi tersebut guna meningkatkan keselamatan siswa saat menyeberang jalan.

Canisius Expo 2026 mengangkat tema “Innovating for Human Dignity” dan menampilkan berbagai kegiatan seperti kompetisi akademik, seni, olahraga, serta pameran pendidikan yang melibatkan sekitar 492 siswa. Acara ini juga menghadirkan tarian kolosal “Penjaga Rimba Borneo” yang menceritakan kondisi hutan di Kalimantan, sebagai bentuk pelestarian budaya dan lingkungan.

Selain fokus pada pendidikan dan budaya, Pramono Anung juga memberikan penjelasan mengenai program beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta untuk warga kurang mampu, termasuk program KJP, KJMU, dan beasiswa LPDP untuk jenjang pendidikan S1 hingga S3 di luar negeri.

Baca juga:

Selain itu, Gubernur Pramono menanggapi isu infrastruktur di Jakarta, seperti keberadaan lapangan padel di lahan aset Pemprov DKI di Meruya Utara yang belum memiliki izin operasional. Ia menegaskan bahwa lapangan tersebut tidak diperbolehkan beroperasi tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Pemprov akan melakukan penertiban terhadap pelanggaran tersebut, tanpa terkecuali.

Pramono juga menyampaikan rencana penggantian jembatan bambu yang digunakan warga di Tegal Alur, Jakarta Barat, dengan jembatan beton. Pembangunan jembatan permanen akan dilakukan setelah proyek pengerukan yang sedang dikerjakan oleh Dinas Sumber Daya Air selesai, meskipun pengerjaan sempat terkendala karena vandalisme alat berat.

Gubernur menegaskan pentingnya menjaga keberagaman sebagai karakter Jakarta yang inklusif, multikultur, dan multietnik. Ia berkomitmen menjadi gubernur untuk seluruh kelompok masyarakat tanpa membedakan agama, golongan, maupun etnis, mencerminkan nilai-nilai yang juga dijaga di lingkungan Kolese Kanisius.

Baca juga:

Kegiatan seperti Canisius Expo sangat penting dalam pembangunan kota karena kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama kemajuan Jakarta. Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk alumni dan pemerintah, diharapkan Jakarta dapat berkembang menjadi kota yang kuat, inklusif, dan berdaya saing global.