Media Kampung – Izan Guevara dipastikan akan memulai debutnya di kelas MotoGP pada musim 2027 bersama Pramac Racing, menggantikan Jack Miller. Pembalap asal Spanyol ini memiliki rekam jejak impresif sejak usia dini, dengan berbagai gelar juara yang diraih sebelum menapaki kelas utama balap motor.
Guevara memulai karier balap motor sejak usia 3 tahun dan mulai mencuri perhatian pada 2019 saat mengikuti European Talent Cup bersama Cuna de Campeones. Di musim debutnya, ia meraih enam kemenangan dari 11 balapan dan keluar sebagai juara dengan 186 poin. Pada tahun berikutnya, ia menjalani dua kejuaraan sekaligus, yakni CEV Moto3 Junior World Championship dan Red Bull Rookies Cup. Di CEV Moto3 Junior, Guevara berhasil meraih lima kemenangan dan delapan podium, sehingga menjuarai kejuaraan dengan 196 poin.
Setelah sukses di kejuaraan junior, Guevara naik ke kelas Moto3 Grand Prix pada 2021 dengan tim Aspar Team, mencatat kemenangan pertama di GP Amerika Serikat dan finis kedelapan klasemen akhir. Tahun 2022 menjadi musim terbaiknya di Moto3, dengan tujuh kemenangan dan 12 podium, sehingga meraih gelar juara dunia dengan 319 poin.
Pada 2023, Guevara naik ke kelas Moto2 dan selama dua musim bersama Aspar Team, ia meraih hasil terbaik di posisi ke-17. Pada 2025, ia pindah ke BLU CRU Pramac Yamaha dan meraih kemenangan pertamanya di GP Valencia. Tahun ini, 2026, ia tengah bersaing ketat dalam perebutan gelar juara Moto2, menduduki posisi kedua dengan selisih 42,5 poin dari puncak klasemen.
Debutnya di MotoGP akan bertepatan dengan perubahan regulasi motor bermesin 850cc pada musim 2027, memberikan tantangan baru sekaligus peluang bagi Guevara untuk menunjukkan kemampuannya di kelas tertinggi balap motor dunia.
Sementara itu, pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, sedang berjuang keras di ajang Moto3 Aragon 2026 yang berlangsung di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol. Pada sesi latihan bebas pertama dan practice, Veda Ega menempati posisi 20 dengan catatan waktu yang belum mampu bersaing di barisan depan.
Veda Ega harus mengikuti kualifikasi pertama (Q1) karena gagal lolos langsung ke Q2. Di sesi Q1, ia finis di posisi kedelapan dengan waktu terbaik 1 menit 58,041 detik, sehingga tidak dapat melanjutkan ke Q2 dan akan memulai balapan dari posisi ke-22. Kondisi ini menambah tantangan bagi pembalap asal Yogyakarta yang belum menunjukkan performa terbaik selama beberapa balapan terakhir.
Meski demikian, Veda Ega tetap optimis dan percaya diri untuk memperbaiki performa pada balapan utama. Ia mengakui beberapa kesalahan yang terjadi selama sesi latihan, namun menegaskan bahwa kepercayaan diri terhadap kemampuan diri dan motor masih terjaga. Pembalap berusia 17 tahun ini berharap dapat tampil lebih baik dan memberikan hasil positif di Moto3 Aragon 2026.
Sirkuit MotorLand Aragon dikenal dengan kombinasi tikungan cepat dan lambat serta lintasan lurus yang memungkinkan aksi salip menarik. Balapan Moto3 Aragon 2026 menjadi ajang penting bagi Veda Ega untuk menunjukkan perkembangan dan kemampuan bersaing di level internasional.














Tinggalkan Balasan