Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Satu hari setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), sejumlah layanan dasar mulai pulih, terutama akses jalan dan pasokan listrik. Kondisi ini menjadi langkah penting dalam mendukung upaya penanganan bencana dan distribusi bantuan kepada warga terdampak.
Pemulihan Akses Jalan Pascagempa
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa akses jalan yang sebelumnya terputus akibat longsor kini mulai dibuka kembali. Khususnya di ruas jalan kilometer 49 Kecamatan Reo, kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) sudah dapat melintas kembali setelah material longsor berupa batu besar dibersihkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
“Hampir seluruh titik jalan terdampak longsor sudah memasuki tahap akhir pembersihan. Kami berharap seluruh jalur yang sebelumnya tidak dapat dilalui bisa kembali digunakan paling lambat Senin, 17 Agustus 2026,” ujar Abdul Muhari dalam konferensi pers pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Peran Akses Jalan dalam Penanganan Bencana
Pemulihan akses jalan menjadi faktor krusial dalam memperlancar penanganan pascabencana. Dengan terbukanya jalur, distribusi bantuan sosial, logistik, dan layanan darurat dapat berjalan lebih efektif dan cepat, membantu masyarakat yang terdampak gempa.
Kondisi Pasokan Listrik Mulai Normal
Tidak hanya akses jalan, layanan listrik di beberapa wilayah terdampak juga mulai pulih. Abdul Muhari menyebutkan bahwa beberapa titik yang sempat mengalami pemadaman listrik (blackout) pada hari pertama pascagempa kini telah kembali mendapatkan aliran listrik setelah koordinasi dengan PLN.
BNPB mengimbau masyarakat yang masih mengalami pemadaman listrik untuk segera melaporkan melalui call center BNPB 117 agar dapat ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan PLN.
Konteks dan Dampak Pemulihan
Gempa 7,7 magnitudo yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, telah menyebabkan kerusakan dan gangguan infrastruktur di NTT. Pemulihan akses jalan dan listrik dalam waktu singkat menunjukkan upaya cepat pemerintah dan instansi terkait dalam memitigasi dampak bencana.
Langkah ini penting untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mendukung percepatan pelayanan dan rehabilitasi di wilayah terdampak.
Dengan akses yang mulai pulih, diharapkan proses pemulihan di sektor lainnya juga dapat berjalan lebih optimal.














Tinggalkan Balasan