Media Kampung, Nusa Tenggara Timur – Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (15/8) dini hari pukul 04.58 WIB. Guncangan hebat ini menyebabkan kepanikan warga, termasuk keluarga Suryati di Dusun Gorontalo, Kabupaten Manggarai Barat. Gempa juga memicu tsunami dengan ketinggian hingga 0,94 meter di beberapa wilayah NTT dan sekitarnya.
Pengalaman Keluarga Suryati Saat Gempa
<pSaat gempa terjadi, Suryati sedang berada di kamar mandi untuk mengambil wudu dan bersiap salat Subuh. Anak-anaknya masih tertidur, dan sang suami sempat menarik salah satu anak terlebih dahulu. Suryati yang panik kemudian mengajak anak yang lain mengikuti dari belakang. Keluarga tersebut memilih mencari tempat yang dianggap aman di sudut rumah daripada keluar rumah saat terjadi gempa.
Meskipun tidak ada anggota keluarga yang terluka akibat reruntuhan, bagian rumah mereka mengalami kerusakan cukup serius. Plafon di dua ruangan, yakni kamar dan ruang tamu, jebol. Selain itu, bata gunungan dan instalasi kaca juga mengalami kerusakan. Debu akibat kerusakan ini mengganggu pernapasan mereka sehingga mereka memutuskan untuk mengungsi sementara waktu ke Wenmata.
Dampak Gempa dan Kondisi Wilayah
Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT juga berdampak luas dengan mencatatkan korban meninggal dunia sebanyak 51 orang dan 64 lainnya mengalami luka-luka atau luka berat hingga Minggu (16/8) pukul 09.00 WIB menurut data Basarnas. Sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk pelabuhan dan infrastruktur penting lainnya.
Warga yang terdampak gempa mengalami trauma mendalam, terutama melihat ketakutan dan gemetar pada anak-anak saat gempa berlangsung. Proses pembersihan rumah yang rusak juga memakan tenaga dan waktu karena debu yang menebal di dalam rumah.
Upaya Penanganan dan Mitigasi
Petugas dari berbagai instansi melakukan penyisiran dan penilaian kerusakan bangunan untuk memastikan keamanan warga dan menentukan langkah bantuan yang diperlukan. Pengungsian sementara menjadi solusi bagi keluarga yang rumahnya tidak aman untuk dihuni pascagempa.
Penting bagi warga dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana seperti gempa dan tsunami, termasuk edukasi mitigasi risiko dan pembangunan rumah tahan gempa guna meminimalkan kerusakan dan korban di masa mendatang.
Gempa di NTT ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan solidaritas masyarakat dalam menghadapi bencana alam yang tidak dapat diprediksi namun berdampak besar bagi kehidupan sehari-hari.















Tinggalkan Balasan