Media Kampung – Pemerintah Indonesia tengah mengkaji rencana pembatasan pembelian BBM jenis Pertalite untuk masyarakat yang masuk dalam kelompok ekonomi atas, khususnya mereka yang berada pada desil 9 dan 10. Kebijakan ini bertujuan agar subsidi BBM lebih tepat sasaran dan fokus kepada masyarakat yang membutuhkan.
Apa Itu Desil 9 dan 10?
Desil adalah metode pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan secara relatif. Pada dasarnya, seluruh keluarga diurutkan dari yang paling rendah hingga tertinggi kesejahteraannya dan dibagi menjadi 10 kelompok sama besar, yaitu desil 1 hingga desil 10.
- Desil 1: Kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah
- Desil 2-8: Kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang semakin meningkat
- Desil 9: Kelompok dengan tingkat kesejahteraan tinggi
- Desil 10: Kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi
Misalnya, jika terdapat 100 keluarga, desil 10 akan berisi sekitar 10 keluarga dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Penentuan Desil Tidak Hanya Berdasarkan Gaji
Menentukan posisi dalam desil tidak hanya mengacu pada penghasilan bulanan, melainkan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti:
- Kepemilikan aset
- Kondisi dan karakteristik rumah
- Pendidikan anggota keluarga
- Pekerjaan dan usaha yang dimiliki
- Kondisi demografi keluarga
- Kesehatan dan faktor sosial ekonomi lainnya
Karena menggunakan banyak variabel, posisi dalam desil 9 atau 10 tidak dapat dipastikan hanya dari besaran gaji. Sebuah keluarga dengan penghasilan berbeda bisa saja berada pada desil yang sama tergantung kondisi keseluruhan ekonomi keluarga tersebut.
Perbedaan Desil 9 dan Desil 10
Desil 9 menandakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi, sedangkan desil 10 adalah kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Namun, dalam desil 10 pun terdapat variasi tingkat kekayaan yang cukup luas di antara keluarga-keluarga di dalamnya.
Kaitannya dengan Pembatasan Pembelian Pertalite
Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa masih banyak masyarakat dalam kelompok desil 9 dan 10 yang menikmati BBM bersubsidi, termasuk Pertalite. Padahal, subsidi ini seharusnya lebih difokuskan kepada kelompok yang membutuhkan.
Dengan demikian, pemerintah sedang mempertimbangkan pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok ini secara bertahap. Namun, kebijakan ini belum diterapkan secara resmi dan masih dalam tahap pembahasan mekanisme serta pelaksanaannya.
Cara Mengetahui Posisi Desil
Karena penentuan desil melibatkan banyak indikator dan merupakan pemeringkatan berdasarkan kondisi keluarga secara keseluruhan, seseorang tidak dapat menentukan sendiri posisinya hanya berdasarkan penghasilan pribadi. Data kesejahteraan keluarga yang komprehensif digunakan untuk menentukan kelompok desil.
Sangat disarankan agar masyarakat tidak menggunakan tabel nominal yang beredar di media sosial untuk menilai posisi desil karena hal tersebut tidak akurat dan dapat menyesatkan.
Dampak Potensial Kebijakan Pembatasan
Jika pembatasan pembelian Pertalite bagi kelompok desil 9 dan 10 diterapkan, kelompok ini kemungkinan tidak lagi dapat menikmati subsidi Pertalite seperti sebelumnya. Pemerintah perlu memastikan bahwa sistem identifikasi penerima subsidi dapat berjalan dengan akurat agar masyarakat yang berhak tetap mendapatkan akses BBM bersubsidi.
Pemerintah juga diharapkan memberikan penjelasan lebih rinci mengenai mekanisme pembatasan, cara pengecekan status desil, serta prosedur di SPBU agar kebijakan ini dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Dengan pemahaman yang benar mengenai desil 9 dan 10 sebagai hasil pemeringkatan kesejahteraan keluarga berdasarkan berbagai indikator, masyarakat dapat lebih bijak menyikapi kebijakan pembatasan Pertalite yang sedang direncanakan.















Tinggalkan Balasan