Media Kampung, Jakarta – Penjualan pernak-pernik dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 tahun 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menjadi tantangan berat bagi para pedagang musiman yang mengandalkan momen ini sebagai sumber penghasilan utama.

Darsono, seorang pedagang bendera Merah Putih dari Cirebon yang telah berjualan sejak 1995 di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan periode terburuk sepanjang ia berdagang. Meskipun pandemi COVID-19 sempat menurunkan penjualan, kondisi saat ini justru lebih parah dengan omzet yang tidak mampu menutupi modal yang telah dikeluarkan.

Baca juga:

Fakta Penurunan Penjualan

Darsono mulai membuka lapaknya sejak 28 Juli 2026 dengan menyediakan berbagai pernak-pernik HUT RI, mulai dari bendera kecil seharga Rp 10.000 hingga bendera besar berukuran 10 gelombang dengan harga Rp 200.000. Modal yang dikeluarkan mencapai Rp 8 juta, sebagian berasal dari kantong pribadi dan sisanya dengan sistem setoran dari pihak lain. Namun, hingga menjelang perayaan HUT RI, modal tersebut belum kembali.

Pendapatan harian Darsono saat ini berkisar Rp 150.000 hingga Rp 300.000, angka yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan. Ia berharap penjualan akan meningkat hingga H-2 perayaan, namun kenyataannya masih jauh dari harapan.

Baca juga:

Konteks dan Dampak

Penurunan penjualan pernak-pernik HUT RI ini mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat kecil yang masih belum sepenuhnya pulih. Momen HUT RI biasanya menjadi peluang usaha bagi pedagang musiman, namun situasi ekonomi yang lesu berdampak langsung pada daya beli masyarakat.

Selain itu, perubahan pola konsumsi dan preferensi masyarakat terhadap perayaan kemerdekaan dapat menjadi faktor lain yang memengaruhi penurunan omzet. Kondisi ini menuntut perhatian lebih dari berbagai pihak untuk mendukung pemulihan ekonomi terutama bagi pelaku usaha kecil dan musiman.

Baca juga:

Harapan Pedagang dan Masyarakat

Darsono dan pedagang lain berharap kondisi ekonomi membaik sehingga perayaan HUT RI berikutnya dapat menjadi momentum kebangkitan usaha kecil dan menengah. Mereka juga menginginkan adanya dukungan yang lebih konkret dari pemerintah dan komunitas untuk membantu meningkatkan penjualan dan memperluas pasar.

Dengan usia Indonesia yang menginjak 81 tahun pada 2026, semangat kemerdekaan diharapkan tidak hanya dirayakan secara simbolis, tetapi juga dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama para pedagang musiman yang menjadi bagian penting dalam tradisi perayaan tersebut.