Media Kampung – Denny Sumargo memberikan tanggapan terkait hujatan yang diterimanya setelah mengundang Sarwendah dalam podcast-nya di tengah polemik rumah tangga Sarwendah dan Ruben Onsu. Ia menyesalkan adanya serangan yang membawa isu agama dan etnis dalam perbedaan pendapat tersebut.
Dalam pertemuan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Denny mengungkapkan bahwa sejak awal sudah memperhitungkan risiko yang mungkin muncul akibat menghadirkan Sarwendah di podcastnya. Namun, ia merasa prihatin ketika melihat komentar-komentar yang menyerang ranah pribadi seperti agama dan latar belakang etnisnya.
Denny menegaskan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dan seharusnya tidak diiringi dengan hujatan yang bernuansa rasisme dan keagamaan. Menurutnya, membawa isu sensitif tersebut hanya akan memperburuk situasi dan menimbulkan konflik yang tidak perlu.
“Unsur-unsur agama dan rasis dibawa-bawa yang kemudian saling menjatuhkan satu sama lain. Itu menurut saya lucu,” ujar Denny Sumargo. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi perbedaan pandangan tanpa harus menyerang identitas seseorang.
Polemik antara Sarwendah dan Ruben Onsu menjadi perhatian publik setelah keduanya tampil dalam podcast yang berbeda. Sarwendah hadir di podcast milik Denny Sumargo, sementara Ruben Onsu tampil di podcast Close The Door bersama Deddy Corbuzier. Perbedaan gaya penyampaian keduanya pun menjadi sorotan, di mana Ruben memilih fokus pada pengalaman pribadi tanpa membahas konflik secara langsung.
Denny Darko, seorang pakar ramalan, juga memberikan pandangannya bahwa tidak ada pihak yang sepenuhnya benar atau salah dalam konflik ini. Ia menilai penting bagi publik untuk melihat permasalahan tersebut secara objektif dan tidak terburu-buru menilai berdasarkan informasi yang tersebar di media sosial.
Kehadiran Sarwendah dalam podcast Denny Sumargo memang memicu beragam reaksi dari warganet, namun Denny berharap agar permasalahan rumah tangga yang tengah dihadapi Sarwendah dan Ruben segera selesai demi kebaikan anak-anak mereka.
Singkatnya, Denny Sumargo mengajak masyarakat untuk menghargai perbedaan pendapat tanpa membawa isu agama dan ras yang justru dapat memecah belah dan menimbulkan konflik yang lebih luas.















Tinggalkan Balasan