Media Kampung – Pertandingan uji coba antara Timnas Australia dan Timnas Brasil di Queensland Country Bank Stadium, Townsville, berakhir dengan skor imbang 1-1, Jumat (25/9/2026) malam WIB. Gol dramatis dari Brasil pada menit tambahan ke-90+5 berhasil menyelamatkan tim asuhan Carlo Ancelotti dari kekalahan setelah Australia unggul lebih dulu di babak kedua.
Meski Brasil lebih banyak menguasai jalannya pertandingan dan melepaskan 10 tendangan, efektivitas lini depan mereka masih menjadi masalah. Raphinha, yang baru saja resmi mendapatkan jersey nomor 10 Brasil menggantikan Neymar, memimpin lini serang bersama Vinicius Junior, Estevao, dan Endrick. Namun, gol Brasil baru tercipta di menit akhir melalui sundulan Rayan.
Di sisi lain, Australia tampil disiplin dan mampu memberikan perlawanan sengit. Socceroos mampu melepaskan tujuh tembakan dengan satu yang tepat sasaran pada babak pertama. Nestory Irankunda menjadi pahlawan Australia dengan gol tendangan bebas indah pada menit ke-68 yang membawa timnya unggul sementara.
Pertandingan ini menjadi bagian dari persiapan Brasil dan Australia sebelum memasuki kompetisi resmi berikutnya, termasuk kualifikasi Piala Dunia 2026. Tur lintas benua Brasil juga akan berlanjut dengan laga uji coba melawan India di Kolkata.
Susunan pemain Australia yang digunakan adalah formasi 3-4-2-1 dengan Patrick Beach sebagai kiper, didukung oleh lini belakang Alessandro Circati, Harry Souttar, dan Lucas Herrington. Lini tengah diperkuat Jacob Italiano, Jackson Irvine, Paul Okon, dan Aziz Behich, sedangkan lini depan diisi oleh Connor Metcalfe, Nestory Irankunda, dan Tete Yengi.
Di sisi Brasil, Raphinha mengenakan jersey nomor 10 yang sebelumnya dipakai Neymar lebih dari satu dekade, menandai periode baru regenerasi skuad setelah Piala Dunia 2026. Penyerang muda Real Madrid, Endrick, memakai nomor punggung sembilan, sementara Estevao mengenakan nomor 11. Vinicius Junior tetap setia dengan nomor tujuh.
Hasil imbang ini menunjukkan bahwa kedua tim masih dalam proses penyesuaian dan pengembangan skuad. Australia memanfaatkan rekor kandang yang kuat untuk memberikan perlawanan sengit, sementara Brasil terus mencari kombinasi terbaik di bawah arahan pelatih Carlo Ancelotti.















Tinggalkan Balasan