Media Kampung, Tangerang SelatanKonten kreator muda yang dikenal di dunia parfum, Nesa Scent, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Cisadane, kawasan Pesona Serpong, Tangerang Selatan, pada Juli 2026. Kejadian ini menjadi sorotan setelah terungkap bahwa teman-temannya sempat menyembunyikan fakta sebenarnya terkait insiden tersebut.

Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu, 31 Juli 2026, saat Nesa Scent atau yang bernama asli Neill Angkasa Satyanegara memilih tinggal di rumah sementara ibunya, Dewi Satyanegara, mengantar adiknya ke acara fashion show. Pada hari itu, Nesa mendapatkan ajakan untuk shalat ke masjid dari seorang teman berinisial A melalui pesan WhatsApp. Namun, Nesa tidak kunjung kembali hingga sore hari, membuat ibunya mulai mencari informasi mengenai keberadaannya.

Baca juga:

Kronologi Kejadian

Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh Dewi Satyanegara, Nesa terlihat bermain bersama tujuh temannya. Namun, teman-teman tersebut pulang tanpa membawa Nesa. Baru pada pukul 17.00 WIB, seorang remaja berinisial R mengungkapkan bahwa Nesa tenggelam di Sungai Cisadane sekitar pukul 15.30 WIB. R mengaku takut untuk menceritakan kejadian tersebut karena ada kesepakatan bersama teman-temannya untuk tidak mengungkap insiden itu kepada siapapun.

Penyebab dan Faktor Kematian

Penyebab kematian Nesa Scent diduga kuat karena tenggelam dan terlambat mendapatkan pertolongan. Kondisi ini sangat memprihatinkan mengingat usia Nesa yang masih 13 tahun. Keterlambatan dalam proses penyelamatan diduga menjadi faktor utama yang menyebabkan tragedi tersebut berujung fatal.

Baca juga:

Peran Teman-Teman dan Dampaknya

Keterlibatan teman-teman Nesa dalam menyembunyikan kejadian tenggelamnya menjadi sorotan utama. Sikap bungkam dan kesepakatan untuk tidak menceritakan kejadian ini mempersulit keluarga dalam mencari pertolongan lebih cepat. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab sosial dan moral di antara remaja yang terlibat.

Konsekuensi dan Pelajaran

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi terbuka dan tanggung jawab dalam pergaulan remaja. Keluarga dan masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan edukasi keselamatan bagi anak-anak, terutama di area yang berpotensi membahayakan seperti sungai dan perairan umum.

Baca juga:

Kasus ini juga membuka diskusi mengenai dukungan psikologis dan sosial bagi remaja agar mereka tidak takut atau tertekan saat menghadapi situasi sulit yang melibatkan teman sebaya.