Enam Sekolah Swasta Resmi Mengundurkan Diri dari Program Sekolah Gratis
Media Kampung, Serang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten mencatat enam sekolah swasta telah resmi mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis untuk Tahun Ajaran 2026/2027. Pengunduran diri ini berbeda dari informasi awal yang menyebutkan tujuh sekolah mundur.
Kepala Disdikbud Provinsi Banten, Jamaluddin, menyampaikan bahwa keenam sekolah tersebut telah menyerahkan surat pengunduran diri kepada Pemerintah Provinsi Banten. Dari keenam sekolah, dua di antaranya memutuskan keluar karena tidak memperoleh siswa baru pada tahun ajaran mendatang, sedangkan empat sekolah lainnya mengundurkan diri akibat biaya operasional yang lebih besar dibandingkan dukungan program.
Alasan Sekolah Mundur dari Program
Dua sekolah yang tidak mendapatkan siswa baru merupakan sekolah menengah kejuruan (SMK), sementara empat lainnya adalah sekolah menengah atas (SMA). Jamaluddin menjelaskan bahwa pengunduran diri hanya berlaku bagi peserta didik baru atau siswa kelas X pada tahun ajaran 2026/2027. Siswa yang sudah naik ke kelas XI tetap menjadi peserta Program Sekolah Gratis hingga lulus, sesuai nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati sebelumnya.
Lokasi Sekolah yang Mengundurkan Diri
Meski tidak merinci nama sekolah, Jamaluddin memastikan bahwa seluruh sekolah yang mengundurkan diri berada di wilayah Kabupaten Lebak dan Kota Cilegon. Hal ini menunjukkan adanya tantangan khusus di daerah tersebut dalam implementasi Program Sekolah Gratis.
Dampak terhadap Anggaran dan Program
Berkurangnya jumlah sekolah peserta program berdampak pada alokasi anggaran Program Sekolah Gratis. Disdikbud Provinsi Banten berencana melakukan penyesuaian anggaran dalam pembahasan APBD Perubahan 2026. Untuk kelas X, anggaran mungkin akan dihilangkan, namun untuk kelas XI tetap berjalan seperti biasa.
Komitmen Pemerintah kepada Peserta Didik
Disdikbud menegaskan bahwa seluruh siswa yang telah terdaftar sebagai peserta Program Sekolah Gratis tetap akan mendapatkan fasilitas pendidikan sampai menyelesaikan studinya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan pendidikan bagi peserta program meskipun ada pengunduran diri dari beberapa sekolah swasta.
Perkembangan ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah provinsi dan masyarakat, terutama terkait keberlanjutan program yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi siswa di Banten.














Tinggalkan Balasan