Media Kampung – Juventus kini berada dalam posisi sulit menjelang musim 2026-2027 setelah kepergian Michele Di Gregorio, kiper utama mereka sebelumnya. Klub asal Turin ini tengah berupaya keras mendapatkan penjaga gawang baru, namun perburuan Zion Suzuki dan Guglielmo Vicario menghadapi berbagai kendala.
Kesulitan Mendapatkan Kiper Baru
Awalnya, Juventus menargetkan Zion Suzuki dari Parma sebagai prioritas utama untuk mengisi posisi kiper. Namun, tawaran Paris Saint-Germain yang mencapai sekitar 28 juta euro plus bonus membuat Suzuki semakin dekat ke klub Prancis tersebut. Situasi finansial Juventus yang terbatas menjadi kendala dalam persaingan mendapatkan kiper muda berbakat ini.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui kualitas Suzuki yang memiliki prospek cerah, tetapi menyadari tantangan finansial yang ada. “Suzuki adalah kiper dengan prospek sangat bagus, namun harganya mahal dan ada banyak komplikasi yang harus kami perhitungkan,” ujar Spalletti.
Alternatif Guglielmo Vicario
Dengan sulitnya mendapatkan Suzuki, perhatian Juventus beralih ke Guglielmo Vicario dari Tottenham Hotspur. Meski memiliki pengalaman di Serie A dan Premier League, perekrutan Vicario menimbulkan pertanyaan taktis. Spalletti mengungkapkan perlunya evaluasi mendalam mengapa klub besar seperti Tottenham tidak memainkan Vicario secara reguler.
Legenda Juventus, Gianluigi Buffon, menilai Vicario sebagai kiper berpengalaman yang pernah menjuarai Liga Europa, namun membandingkan faktor usia dan potensi dengan Suzuki. Hal ini menambah kerumitan dalam menentukan pilihan kiper utama baru Juventus.
Posisi Michele Di Gregorio
Michele Di Gregorio dipastikan akan dilepas pada musim panas ini. Juventus tengah aktif mencari klub baru untuk kiper asal Monza tersebut, dengan ketertarikan yang datang dari beberapa klub Premier League. Tur pramusim akan digunakan Juventus sebagai ajang unjuk kemampuan Di Gregorio untuk menarik minat pembeli dan memperoleh dana segar.
Harapan Juventus di Bursa Transfer
Juventus berharap dapat segera mengunci kiper nomor satu baru sebelum jendela transfer ditutup. Keputusan ini krusial untuk persiapan tim asuhan Luciano Spalletti menghadapi musim depan. Dilema yang dihadapi Juventus menunjukkan tantangan dalam mengelola sumber daya dan strategi transfer yang tepat untuk menjaga performa klub tetap kompetitif di Serie A dan kompetisi Eropa.















Tinggalkan Balasan