Media Kampung – Pengadilan Distrik Yerusalem telah melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, menggunakan buaya sebagai penjaga penjara untuk tahanan teroris. Keputusan ini menolak ide kontroversial yang diusulkan Ben-Gvir yang terinspirasi oleh pusat penahanan imigrasi di Florida yang dikenal dengan “Alligator Alcatraz“.
Ben-Gvir mengklaim bahwa para hakim pengadilan berpihak kepada teroris dan menghambat upaya pencegahan penting yang dilakukan pemerintah Israel selama masa perang. Ia menganggap penolakan ini sebagai kegagalan sistem peradilan untuk mendukung keamanan nasional.
Ide tersebut awalnya muncul dalam pertemuan Desember dengan kepala Dinas Penjara Israel, Kobi Yaakobi. Konsepnya adalah menggunakan buaya Nil sebagai penghalang alami di sekitar fasilitas penjara, meniru metode yang diterapkan di Florida Everglades, di mana satwa liar berbahaya seperti aligator dan ular piton mengawasi tahanan agar tidak melarikan diri.
Pemerintah Israel bahkan mencabut status perlindungan buaya Nil pada Juli 2026, mengklasifikasikan hewan tersebut sebagai “hewan liar yang dikelola secara khusus”. Langkah ini memungkinkan negara untuk memelihara buaya demi tujuan keamanan. Dinas Penjara Israel juga telah mempelajari cara menangani buaya melalui kunjungan ke kebun binatang sebagai persiapan awal untuk uji coba konsep ini, yang rencananya akan diterapkan di Penjara Ketziot.
Namun, pengadilan menolak gagasan ini dengan alasan kekhawatiran etis dan hukum, sehingga rencana tersebut tidak dapat dilanjutkan. Penolakan ini merupakan bagian dari pengawasan hukum terhadap metode-metode pemenjaraan yang kontroversial dan tidak lazim.
Peristiwa ini menyoroti ketegangan antara upaya pemerintah Israel dalam meningkatkan keamanan dan batasan hukum yang mengatur perlakuan terhadap tahanan serta penggunaan satwa liar dalam sistem pemasyarakatan. Ben-Gvir tetap bersikukuh bahwa langkah tersebut penting untuk pencegahan pelarian dan keamanan nasional, meskipun mendapat penolakan dari lembaga peradilan.














Tinggalkan Balasan