Media Kampung – Tindakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama sejumlah warga Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki menimbulkan ketegangan baru di wilayah tersebut. Kegiatan doa Yahudi yang dilakukan di pelataran masjid tersebut pada peringatan Yom Kippur, hari paling suci dalam kalender Yahudi, mendapat kecaman keras dari pemerintah Arab Saudi.
Serbuan yang melibatkan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan kelompok pemukim ekstremis terjadi di tengah persiapan pemilu Israel yang akan digelar bulan depan. Netanyahu juga melakukan kunjungan ke jaringan terowongan di bawah Yerusalem Timur, kawasan yang sangat sensitif bagi penduduk Palestina karena berdekatan dengan kompleks Masjid Al-Aqsa.
Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Netanyahu memperlihatkan dirinya melakukan ritual doa Yahudi Selichot di Western Wall, yang dikenal sebagai Tembok Al-Buraq oleh umat Muslim. Ia menyatakan bahwa kehadirannya di terowongan bawah tanah tersebut sangat berarti secara historis dan religius bagi orang Yahudi.
Kecaman dari Arab Saudi
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam keras tindakan tersebut. Melalui pernyataan resmi di akun media sosial, Saudi menilai serbuan itu sebagai pelanggaran serius dan provokasi terhadap umat Islam di seluruh dunia. Arab Saudi menegaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan di bawah perlindungan pasukan pendudukan Israel dan bertentangan dengan norma internasional yang menghormati tempat suci.
Konteks dan Dampak
Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Islam dan berada di tengah konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Setiap aktivitas yang dianggap mengganggu status quo di kompleks tersebut sering memicu ketegangan dan kekerasan. Kunjungan dan ritual doa Yahudi di kawasan ini dianggap sensitif karena berkaitan dengan klaim kedaulatan yang dipersengketakan.
Ketegangan yang meningkat menjelang pemilu Israel dan peringatan Yom Kippur ini menambah kompleksitas situasi politik dan keagamaan di kawasan. Reaksi internasional, terutama dari negara-negara Arab, menunjukkan keprihatinan terhadap eskalasi konflik yang dapat berdampak luas.
Perkembangan Terbaru
- Netanyahu melaksanakan ritual doa di Western Wall yang berdekatan dengan Masjid Al-Aqsa.
- Menteri Keamanan Nasional Israel dan kelompok pemukim melakukan serbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa.
- Arab Saudi mengeluarkan kecaman resmi terhadap tindakan Israel tersebut.
- Ketegangan di Yerusalem Timur meningkat menjelang pemilu Israel dan peringatan Yom Kippur.
Peristiwa ini menjadi perhatian global karena kompleks Masjid Al-Aqsa merupakan titik sensitif dalam konflik Israel-Palestina yang terus berlanjut. Kunjungan pejabat tinggi Israel ke kawasan tersebut dan aktivitas keagamaan yang dilakukan memicu reaksi yang kuat dari negara-negara Arab dan komunitas internasional.














Tinggalkan Balasan