Media KampungRoblox bersama Ruangguru meluncurkan program pendidikan nasional di Indonesia yang bertujuan mengembangkan kreativitas dan literasi digital siswa SMP dan SMA melalui pembelajaran berbasis proyek di Roblox Studio. Inisiatif ini memperluas fungsi platform Roblox sebagai media pembelajaran, tidak hanya hiburan.

Indonesia menjadi fokus karena pertumbuhan komunitas kreator dan pengguna Roblox yang pesat. Kolaborasi dengan Ruangguru menghadirkan pengalaman belajar digital yang lebih terstruktur untuk guru dan siswa. Saat ini, program telah menjangkau 261 sekolah dengan lebih dari 230 guru dan sekitar 2.700 siswa, dengan target meningkat menjadi 500 guru dan 7.500 siswa pada tahun 2026.

Baca juga:

Fokus pada Kreativitas dan Literasi Digital

Program menggunakan Roblox Studio sebagai platform utama pembelajaran. Siswa belajar dasar pemrograman, desain gim, dan pemanfaatan teknologi AI dalam membuat pengalaman interaktif. Materi mencakup kreativitas, storytelling, kolaborasi, pemecahan masalah, dan berpikir komputasional. Selain aspek teknis, program juga memasukkan materi keamanan digital dan etika berinternet.

Guru mendapat pelatihan untuk mendampingi siswa menggunakan modul pembelajaran berbasis proyek. Sebagai puncak, siswa mengikuti Roblox Student Competition dengan tema “Build a Civil Safe World” sebagai aplikasi hasil belajar mereka.

Baca juga:

Peran Orang Tua dan Lingkungan Keluarga

Selain sekolah, inisiatif ini melibatkan orang tua melalui program Parent Talks yang dijadwalkan mulai akhir 2026. Sesi ini memberikan panduan pendampingan anak dalam menggunakan platform digital secara kreatif dan aman, menegaskan pentingnya edukasi digital tidak hanya di kelas tetapi juga di rumah.

Tren dan Tantangan Implementasi

Program ini mencerminkan tren pemanfaatan platform gim sebagai media pembelajaran yang semakin meluas. Keberhasilan program bergantung pada kesiapan sekolah, kualitas pendampingan guru, keterlibatan orang tua, dan infrastruktur pendukung di wilayah masing-masing. Roblox menegaskan komitmennya untuk mendukung generasi muda menjadi kreator teknologi melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor pendidikan.

Baca juga: