Inovasi Mesin Game Baru dari Mantan Evangelist Unreal Engine
Media Kampung – Sjoerd De Jong, mantan lead evangelist Unreal Engine di Epic Games, kini sedang mengembangkan mesin game baru bernama Immens Engine setelah meninggalkan Epic Games pada Juni 2026. Langkah ini penting karena menandai upaya untuk menghadirkan alternatif modern selain mesin game populer Unreal dan Unity yang selama ini mendominasi pasar pengembangan game.
Pengembangan Immens Engine bertujuan menjawab kebutuhan pengembang game yang menginginkan platform lebih bersih, modern, dan fleksibel dalam mengakomodasi berbagai alat eksternal, termasuk kecerdasan buatan (AI) yang semakin berkembang. Hal ini relevan di tengah perubahan besar dalam industri game dan teknologi AI yang menjadi fokus utama masa depan pengembangan game.
Latar Belakang dan Tujuan Pengembangan Immens Engine
Sjoerd De Jong mengabdi selama 12 tahun sebagai lead evangelist Unreal Engine di Epic Games, sebelum memutuskan keluar dengan alasan industri game berada di titik penting perubahan. Dalam wawancara dengan This Week in Videogames, ia mengungkapkan bahwa mesin game besar seperti Unreal dan Unity telah mengalami stagnasi karena mengakumulasi banyak fitur yang membuatnya menjadi ‘berat’ dan kurang efisien.
Immens Engine dikembangkan bersama tim kecil yang melibatkan tokoh lain seperti Arjan Brussee, mantan direktur teknis Epic, dengan tujuan membangun mesin game dari nol yang lebih bersih dan dapat disesuaikan untuk kebutuhan pengembang. Mesin ini juga dirancang agar mudah berintegrasi dengan layanan, perpustakaan, dan alat eksternal lain yang penting dalam pengembangan game modern.
Fokus pada Integrasi Kecerdasan Buatan
Salah satu fitur utama Immens Engine adalah kemampuannya untuk mengakomodasi agentic AI, yakni AI yang dapat berperan aktif dalam proses pengembangan game. De Jong menegaskan bahwa Immens bukanlah mesin game AI, melainkan mesin game yang ramah terhadap arsitektur AI, sehingga memungkinkan pengembang untuk memanfaatkan AI sebagai alat bantu tanpa menggantikan peran pengembang dalam proses kreatif.
Ini berbeda dari tren yang mencoba menghasilkan game secara otomatis dengan AI, yang menurut De Jong tidak akan menghasilkan kualitas karena banyak game yang dibuat dengan cara tersebut berakhir seragam dan kurang inovatif.
Konteks Industri dan Tantangan Mesin Game Saat Ini
Mesin game populer seperti Unreal Engine dan Unity telah lama mendominasi industri, tetapi bertambahnya fitur dan kompleksitas membuatnya kurang fleksibel dan efisien bagi beberapa pengembang. Mesin alternatif seperti Godot mulai muncul, namun masih dalam tahap awal.
De Jong melihat Immens Engine sebagai solusi untuk mengatasi stagnasi ini dengan menawarkan platform yang lebih modular, modern, dan mudah disesuaikan, serta dapat berintegrasi dengan teknologi terbaru seperti AI generatif dan model bahasa besar (LLM) yang mulai diadopsi dalam pengembangan game.
Dampak dan Harapan untuk Masa Depan Game Development
Dengan hadirnya Immens Engine, diharapkan akan tercipta kompetisi yang sehat dalam pengembangan mesin game, mendorong inovasi dan peningkatan kualitas alat yang tersedia untuk pengembang. Hal ini penting untuk menjaga dinamika dan kemajuan industri game yang terus berkembang pesat.
Selain itu, integrasi AI yang ramah dan fleksibel membuka peluang baru dalam menciptakan game yang lebih kompleks dan interaktif, tanpa menghilangkan sentuhan kreatif manusia sebagai pengembang utama.
Referensi
Informasi dalam artikel ini didasarkan pada wawancara dengan Sjoerd De Jong yang dipublikasikan di This Week in Videogames dan pengumuman resmi Epic Games terkait Unreal Engine.














Tinggalkan Balasan