Media Kampung, Cilegon – Tokoh masyarakat Kota Cilegon, Ali Mujahidin atau yang dikenal sebagai Mumu, mengkritisi dugaan korupsi dan praktik impor slab baja yang terjadi di PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto dan CEO Danantara, Rosan Roeslani, untuk melakukan evaluasi dan audit menyeluruh terhadap tata kelola perusahaan baja pelat merah tersebut.
Dugaan Korupsi dan Masalah Operasional
Mumu mengungkapkan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi PT Krakatau Steel, termasuk kendala pada pabrik Cold Rolled Mill (CRM) yang berpotensi mengganggu kelangsungan usaha perusahaan. Selain itu, Mumu menyoroti dugaan impor slab baja dari China yang dilakukan tanpa kepastian pasar atau pembeli akhir, mencurigakan adanya praktik pembelian slab yang tidak terjamin penggunaannya.
Menurut Mumu, dugaan korupsi dan tata kelola yang buruk menjadi akar masalah utama yang menyebabkan kondisi PT Krakatau Steel semakin memburuk. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak terkait dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami para pekerja.
Desakan Audit dan Investigasi
Mumu meminta Danantara, sebagai pengelola investasi pemerintah, agar mengevaluasi dukungan yang diberikan kepada PT Krakatau Steel dan melakukan investigasi yang melibatkan aparat penegak hukum jika ditemukan indikasi pelanggaran. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penyelamatan perusahaan agar tidak menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat, terutama warga Cilegon.
Kondisi dan Respons Pihak Terkait
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari PT Krakatau Steel maupun Danantara terkait pernyataan Mumu. Bagian humas PT Krakatau Steel yang dihubungi belum memberikan jawaban, dan wartawan Media Kampung masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut.
Implikasi dan Harapan
Kondisi PT Krakatau Steel yang tengah disorot ini menjadi perhatian publik mengingat peran strategis perusahaan dalam industri baja nasional. Evaluasi menyeluruh dan penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memperbaiki tata kelola perusahaan dan menjamin keberlangsungan usaha yang transparan serta akuntabel.















Tinggalkan Balasan