Media Kampung – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku sedang mempertimbangkan untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Dalam wawancara dengan Axios yang dikutip Aljazeera pada Jumat (24/7/2026), Trump menyatakan bahwa Teheran “belum merasakan penderitaan yang cukup”.

“Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran. Lebih besar dari sebelumnya. Saya hampir membuat keputusan. Kami sudah siap sepenuhnya,” kata Trump.

Baca juga:

Trump mengakui bahwa keputusan tersebut akan menimbulkan konsekuensi, namun ia belum menetapkan tenggat waktu maupun mengambil keputusan akhir. Ia juga menyebut bahwa Israel “akan bergabung dalam dua menit jika saya memintanya”, meskipun kemudian menambahkan, “Kami tidak membutuhkan siapa pun.” Trump juga menyinggung akan ada “konsekuensi” jika Israel ikut serta.

Di sisi lain, Trump mengklaim bahwa para pejabat Iran “ingin bernegosiasi”, namun hingga saat ini belum ada kesepakatan yang tercapai.

Baca juga:

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, terutama setelah AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi ekonomi. Serangan sebelumnya, seperti pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani pada 2020, telah meningkatkan risiko konflik terbuka. Belum jelas apakah serangan yang dimaksud Trump bersifat militer atau siber, namun pernyataannya menandakan eskalasi signifikan dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Iran.

Masyarakat internasional kini menanti langkah selanjutnya dari pemerintahan Trump, sementara Iran belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan tersebut.

Baca juga: