Media Kampung – Empat warga negara India tewas dan satu lainnya dalam kondisi kritis setelah kapal kargo MV Golden Leo terkena serangan rudal di dekat pelabuhan Odesa, Ukraina, pada Minggu (19/7/2026). Kapal berbendera Turki itu tengah meninggalkan pelabuhan saat diserang.
Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi korban jiwa dalam pernyataan resmi pada Selasa (21/7/2026). Dari 17 awak kapal, lima di antaranya adalah warga India. “Empat warga negara India kehilangan nyawa secara tragis, sementara satu dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis,” bunyi pernyataan tersebut, dikutip dari AFP.
Sebelumnya, Angkatan Laut Ukraina melaporkan bahwa serangan rudal Rusia terhadap MV Golden Leo, yang mengangkut gandum, menewaskan lima orang dan lima awak lainnya hilang. Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga menyebutkan awak kapal termasuk warga negara Suriah dan India. Seorang pilot maritim Ukraina juga tewas dalam insiden tersebut.
India Kecam Serangan terhadap Pelayaran Sipil
Kementerian Luar Negeri India dengan tegas mengutuk serangan yang menargetkan pelayaran komersial. “Menargetkan pelayaran komersial dan membahayakan awak kapal sipil yang tidak bersalah, atau menghambat kebebasan navigasi dan perdagangan, adalah tindakan tercela dan harus dihindari,” demikian pernyataan resmi India.
India merupakan salah satu negara penyumbang pelaut terbesar di dunia. Kementerian Perkapalan India mencatat lebih dari 320.000 pelaut aktif pada tahun 2025. Insiden ini menambah kekhawatiran akan keselamatan pelaut India di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Laut Hitam dan Selat Hormuz.
Latar Belakang: Eskalasi di Laut Hitam
Serangan terhadap MV Golden Leo terjadi di tengah meningkatnya serangan Rusia terhadap infrastruktur pelabuhan Ukraina, termasuk Odesa, sejak invasi skala penuh pada 2022. Kapal-kapal yang membawa gandum kerap menjadi sasaran, mempengaruhi rantai pasokan pangan global.
Pekan lalu, India mengimbau pemilik kapal lokal dan perusahaan perekrutan untuk tidak mengerahkan pelaut di kapal yang melintasi Selat Hormuz, menyusul eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Arahan itu dikeluarkan setelah setidaknya dua pelaut India tewas dalam serangan terhadap kapal komersial seminggu sebelumnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Rusia terkait serangan tersebut. Identitas korban India yang selamat dan yang tewas masih dalam proses identifikasi oleh otoritas terkait.














Tinggalkan Balasan