Media Kampung, Deltras FC memasuki kompetisi Liga 2 musim 2026-2027 dengan wajah baru. Deddy A Wibowo resmi menjabat sebagai Presiden Klub, membawa visi untuk tidak hanya memperkuat performa tim, tetapi juga membangun ekosistem sepak bola yang lebih sehat dan meningkatkan antusiasme masyarakat Sidoarjo terhadap klub berjuluk The Lobster tersebut.
Prioritas Utama: Kedekatan dengan Masyarakat
Dalam perkenalan resminya, Deddy menegaskan bahwa prioritas utamanya bukan sekadar membangun tim yang kompetitif di lapangan, tetapi juga menghidupkan kembali kedekatan Deltras dengan masyarakat. Menurutnya, antusiasme publik merupakan modal penting bagi perkembangan klub. Semakin besar dukungan suporter, semakin besar pula nilai yang dimiliki Deltras di mata sponsor maupun mitra bisnis.
“Tujuan saya bagaimana meningkatkan antusiasme masyarakat Sidoarjo terhadap Deltras. Memang selama ini sudah cukup baik, tetapi saya melihat masih banyak ruang yang bisa ditingkatkan,” ujarnya, Sabtu (18 Juli 2026).
Deddy menjelaskan bahwa tingginya antusiasme masyarakat akan memberikan efek berantai bagi perkembangan klub. Selain meningkatkan eksposur Deltras di tingkat nasional, kondisi tersebut juga diyakini mampu menarik minat sponsor untuk berinvestasi. “Semakin tinggi antusiasme masyarakat, semakin besar exposure yang didapat klub. Sponsor tentu akan mempertimbangkan hal tersebut. Kami ingin menghadirkan platform yang sehat dan saling menguntungkan bagi para sponsor,” katanya.
Potensi Stadion Gelora Delta Sidoarjo
Deddy menilai Deltras memiliki potensi besar karena bermarkas di Stadion Gelora Delta Sidoarjo yang berada di pusat kota dengan akses mudah dijangkau masyarakat. Namun, ia melihat selama beberapa musim terakhir aktivitas klub dalam membangun kedekatan dengan masyarakat masih belum maksimal.
“Kalau saya melihat tiga tahun terakhir, event yang dilakukan klub untuk mengenalkan sepak bola kepada masyarakat masih sangat sedikit. Padahal lokasi stadion menjadi salah satu kekuatan besar untuk membangun ekosistem dan antusiasme masyarakat,” jelasnya.
Dalam jangka pendek, Deltras akan lebih banyak menggelar berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat agar kehadiran klub semakin dekat dengan warga Sidoarjo.
Strategi Skuad dan Regulasi Baru Liga 2
CEO Deltras FC, Amir Burhanuddin, mengungkapkan strategi penyusunan skuad musim ini berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. Selain mempertimbangkan aspek finansial, manajemen juga harus menyesuaikan kebutuhan tim karena padatnya agenda pertandingan.
“Kami menghitung semuanya, bukan hanya dari sisi finansial, tetapi juga kekuatan tim. Jumlah pemain yang direkrut kemungkinan akan berbeda karena musim ini jadwal pertandingan lebih padat,” kata Amir.
Deltras diproyeksikan menjalani pertandingan di Liga 2 sekaligus turnamen lainnya sehingga membutuhkan kedalaman skuad yang lebih baik. Di sisi lain, regulasi Liga 2 musim 2026-2027 juga berubah. Jika musim lalu hanya mewajibkan satu pemain muda tampil penuh selama 90 menit, kini setiap tim diwajibkan memainkan dua pemain muda selama satu pertandingan serta mendaftarkan delapan pemain muda dalam skuad.
Regulasi tersebut membuat Deltras bergerak cepat memburu talenta muda, sekaligus memberi kesempatan lebih besar kepada pemain hasil akademi klub. “Kami sedang mengejar pemain-pemain muda. Selain itu, kami juga akan memunculkan pemain dari akademi Deltras sendiri,” pungkasnya.
Dengan kombinasi strategi peningkatan antusiasme masyarakat, optimalisasi potensi stadion, dan adaptasi terhadap regulasi baru, Deltras FC optimistis menghadapi musim 2026-2027 dengan fondasi yang lebih kuat.























Tinggalkan Balasan