Media Kampung, Lampung Timur — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur guna memperkuat konektivitas, memperluas akses masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Wapres saat meninjau pembangunan Jembatan Way Bungur di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, pada Rabu (15/7/2026).

Dalam dialog dengan Wakil Gubernur Lampung, Bupati Lampung Timur, dan masyarakat yang hadir, Wapres memastikan jembatan darurat akan rampung pada akhir Juli 2026 agar kendaraan roda dua dan anak-anak sekolah dapat melintas dengan aman.

Baca juga:

Wapres juga menekankan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, berbagai kendala, baik teknis maupun nonteknis, harus diselesaikan melalui koordinasi yang intensif. Lebih lanjut, Wapres menyampaikan bahwa pemerintah akan menerapkan skala prioritas dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur dengan mengutamakan ruas jalan maupun jembatan yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Peninjauan pembangunan Jembatan Way Bungur merupakan satu dari serangkaian kegiatan Wapres Gibran di Pulau Sumatera. Sehari setelahnya, Kamis (16/7/2026), ia melanjutkan kunjungan kerja ke Palembang, Sumatera Selatan. Di sana, Wapres Gibran meninjau RSUD Fatimah Az-Zahra dalam rangka memastikan layanan kesehatan di daerah semakin meningkat. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.

Baca juga:

Pada kesempatan tersebut, Wapres meninjau sejumlah ruang pelayanan kesehatan, termasuk fasilitas cathlab (laboratorium kateterisasi), untuk memastikan masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan terjangkau. Wapres juga menyapa sejumlah pasien yang tengah menunggu pelayanan.

Melalui peninjauan ini, Wapres memastikan pemerintah terus berkomitmen memperkuat layanan kesehatan di daerah melalui peningkatan sarana, prasarana, dan kualitas pelayanan. Langkah tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan terjangkau. RSUD Fatimah Az-Zahra diresmikan pada 2018 dan berstatus sebagai rumah sakit tipe A sejak 2025. Dengan dukungan 199 tenaga medis, 524 tenaga keperawatan dan kebidanan, serta 23 klinik spesialis, rumah sakit ini menjadi salah satu pusat rujukan layanan kesehatan utama di Provinsi Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya.

Baca juga: