Media Kampung, Tokyo — Kepolisian Metropolitan Tokyo (MPD) berencana membentuk unit baru pada musim semi mendatang yang secara khusus bertugas mencegah serangan teroris oleh pelaku tunggal atau lone wolf. Unit ini akan menjadi yang pertama di Jepang yang fokus pada ancaman dari individu yang tidak terafiliasi dengan organisasi tertentu.

Menurut sumber internal, unit yang dinamakan “Unit Keamanan Publik No. 3” ini akan berada di bawah Biro Keamanan Publik MPD dan diperkirakan memiliki puluhan personel. Tugas utamanya adalah mendeteksi serta menggagalkan rencana serangan oleh pelaku yang bergerak sendiri, yang dinilai semakin sulit diidentifikasi oleh polisi.

Pembentukan unit ini merupakan respons atas sejumlah insiden berdarah di Jepang, termasuk serangan terhadap kantor pusat Partai Demokrat Liberal (LDP) dan kantor Perdana Menteri saat pemilihan umum pada Oktober lalu, serta penembakan fatal terhadap mantan Perdana Menteri Shinzo Abe pada tahun 2022. Kedua peristiwa itu melibatkan pelaku yang bertindak sendiri tanpa jaringan teroris yang jelas.

Pejabat MPD menegaskan bahwa unit baru akan bekerja sama dengan warga dan sektor swasta dalam menghadapi ancaman. “Kami akan menangani ancaman sambil bekerja sama dengan warga dan entitas swasta,” ujar seorang eksekutif MPD. Informasi intelijen juga akan dibagikan dengan kepolisian prefektur lain jika diperlukan.

Langkah ini menandai perubahan strategi keamanan Jepang yang selama ini lebih fokus pada kelompok teroris terorganisir. Dengan meningkatnya serangan lone wolf di berbagai negara, Jepang berupaya memperkuat deteksi dini dan pencegahan sejak tahap perencanaan.