Media Kampung, Aceh Singkil — Harga berondolan sawit di Kabupaten Aceh Singkil pada akhir pekan Juli 2026 mengalami kenaikan. Kenaikan ini disambut baik oleh petani karena dapat sedikit meringankan beban biaya perawatan kebun.

Peningkatan harga terjadi seiring dengan permintaan pabrik kelapa sawit yang mulai stabil dan pasokan buah dari petani yang belum terlalu melimpah. Kondisi ini membuat harga di tingkat pengepul ikut terdongkrak beberapa ratus rupiah per kilogram.

Salah satu pengepul di Kecamatan Singkil Utara, Harianto, menyebutkan harga berondolan sawit saat ini naik sekitar Rp100 hingga Rp200 per kilogram dibanding pekan sebelumnya. “Akhir pekan ini harganya naik. Petani juga lebih semangat panen karena ada selisih harga,” ujarnya kepada RRI, Minggu, 12 Juli 2026.

Saat ini harga berondolan sawit berada di kisaran Rp3.000 hingga Rp3.200 per kilogram, tergantung kualitas dan kebersihan berondolan. Harga tersebut lebih baik dibanding bulan Juni lalu yang sempat turun di bawah Rp2.900 per kilogram.

Para petani berharap tren kenaikan ini bisa terus bertahan hingga beberapa pekan ke depan. Dengan harga yang lebih baik, mereka bisa menutupi biaya pupuk, perawatan, dan tenaga kerja panen. Namun demikian, petani juga diingatkan untuk tetap menjaga kualitas panen. Berondolan yang bersih dan tidak bercampur kotoran akan mendapat harga lebih tinggi dari pengepul maupun pabrik.