Media Kampung, Film live-action Moana yang dibintangi Dwayne Johnson dan Catherine Lagaʻaia hanya meraup USD 43 juta di dalam negeri dan USD 52 juta di luar negeri pada akhir pekan pembukaannya, 10-12 Juli 2026. Total global USD 95 juta jauh di bawah proyeksi Disney yang memperkirakan USD 130 juta. Dengan anggaran produksi USD 250 juta, film ini terancam merugi hingga USD 100 juta.
Debut ini termasuk yang terlemah di antara remake live-action Disney, sejajar dengan Snow White (USD 42,2 juta) dan Dumbo (USD 45,99 juta). Padahal film animasi asli Moana (2016) sukses besar dengan pendapatan global USD 643 juta, dan sekuel animasi Moana 2 (2024) meraup lebih dari USD 1 miliar.
Analis box office David A. Gross dari FranchiseRe menilai waktu perilisan menjadi faktor utama kegagalan. “Kisah ini belum siap untuk kembali, dan penonton tidak terburu-buru menontonnya,” ujarnya. Jarak kurang dari dua tahun sejak Moana 2 dinilai terlalu pendek untuk membangkitkan nostalgia. Selain itu, persaingan ketat dengan Toy Story 5 dan Minions & Monsters yang masih kuat di bioskop juga menjadi penghalang.
Kritikus film menilai remake ini terlalu mirip dengan versi animasinya. Skor Rotten Tomatoes hanya 35% dari kritikus, meskipun penonton yang datang memberikan nilai A- di CinemaScore. Film ini disebut sebagai adaptasi “paint-by-numbers” tanpa perubahan berarti, hanya menambahkan satu lagu baru dari Lin-Manuel Miranda.
Disney sebelumnya sukses besar dengan remake seperti The Lion King (2019) dan Aladdin (2019) yang masing-masing meraup lebih dari USD 1 miliar. Namun, kegagalan Moana menunjukkan bahwa tidak semua properti animasi cocok diadaptasi ulang dalam waktu dekat.























Tinggalkan Balasan