Media Kampung, Jakarta — Rachmat Gobel, pengusaha nasional dan mantan Menteri Perdagangan era Presiden Joko Widodo, meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026, pukul 03.20 WIB karena serangan jantung. Kabar duka ini disampaikan wartawan senior Nasihin Masha melalui grup WhatsApp Komengsong. Rachmat meninggal dalam usia 63 tahun.

Jenazah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, seusai sholat Jumat. Sejumlah tokoh nasional hadir, di antaranya Wakil Presiden Ke-10 Jusuf Kalla, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, dan mantan Presiden Joko Widodo.

Kiprah dan Pendidikan

Rachmat lahir dari keluarga terpandang; ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel, adalah pelopor industri elektronik Indonesia. Sejak SMP, Rachmat dididik keras oleh ayahnya: ia bekerja di pabrik PT National Gobel, naik angkot, dan membersihkan toilet. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Jepang dan bekerja di Panasonic sebagai buruh biasa.

Setelah ayahnya wafat pada 1984, Rachmat memimpin PT National Gobel di usia 22 tahun, yang kemudian berkembang menjadi Gobel Group. Ia juga dipercaya menjadi Menteri Perdagangan pada 2014, namun di-reshuffle setahun kemudian.

Filosofi Pohon Pisang

Thayeb Mohammad Gobel, sang ayah, memperkenalkan filosofi Pohon Pisang yang diwariskan kepada Rachmat. Filosofi ini bermakna memberi manfaat bagi manusia, regenerasi, dan kebersamaan. Daun pisang yang lebar melindungi anak-anaknya; pohon pisang tidak akan mati sebelum anak-anaknya tumbuh di sekitarnya.

Rachmat menerapkan filosofi ini dalam kehidupan dan bisnis. Ia merawat ruangan kerja ayahnya yang dibangun pada 1954 di kantor Panasonic Gobel di Cawang, Jakarta Timur, sebagai bentuk penghormatan. Ia juga mewariskan nilai serupa kepada kedua anaknya, yang meniti karier dari bawah.

Lewat Yayasan Matsushita Gobel, Rachmat menjalin kerja sama dengan Harvard Law School untuk studi reformasi hukum di Asia Tenggara. Ia dikenal sebagai sosok idealis dan berintegritas tinggi yang peduli pada keadilan.

Rachmat Gobel meninggalkan warisan berupa kebaikan yang terus mengalir. Selamat jalan, sahabat.