Media Kampung, Padang — Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Suka Maju Sejahtera yang berlokasi di bawah Jembatan Pantai Purus, Padang, terus berkomitmen menghidupkan budaya literasi sekaligus melestarikan adat Minangkabau bagi generasi muda.

Gedung perpustakaan yang berdiri tepat di bawah jembatan ini menyediakan sekitar 5.000 judul buku dan buka setiap Senin hingga Sabtu dari pagi hingga sore secara gratis. Pengelola generasi kedua, Yudi Rizki Pratama, mengaku baru aktif mengurus taman bacaan sejak tahun 2023. Lembaga ini sengaja digabungkan dengan pusat kegiatan belajar sekolah paket untuk merangkul anak-anak jalanan di sekitar pantai.

Fokus utama TBM justru lebih menonjolkan aspek pengenalan adat serta kelestarian budaya tradisional Minangkabau. Langkah ini diambil karena kekhawatiran minimnya pemahaman remaja terhadap nilai luhur warisan leluhur. Survei internal pengelola menunjukkan tingkat pemahaman remaja terhadap kebudayaan daerah hanya 35 persen.

Anak-anak pesisir kini diajarkan sastra lisan seperti petuah adat hingga gerakan seni tari tradisional secara gratis. Sanggar seni bentukan TBM telah merangkul 25 anggota aktif dari warga lokal dan sering diundang mengisi acara pernikahan hingga festival pariwisata resmi untuk melatih kepercayaan diri.

Selain itu, aktivitas membaca dikembangkan melalui program pelatihan inovasi dan keterampilan wirausaha praktis. Para remaja diajarkan memproduksi sabun mandi dan sablon baju sebagai modal mencari penghasilan sendiri. Fasilitas laboratorium komputer juga dimanfaatkan untuk melatih keahlian mendesain.

Tantangan terberat yang dihadapi adalah masih banyaknya anak putus sekolah sejak tingkat SD. Kondisi ekonomi keluarga rendah berdampak pada kemampuan membaca anak jalanan yang masih mengeja. Pengelola bersama guru sukarelawan meluangkan waktu mengajarkan calistung lewat metode membaca nyaring setiap minggu.

Masyarakat yang ingin menyumbangkan buku bacaan bekas bermuatan positif bisa menyerahkan langsung ke kantor administrasi. Jumlah kunjungan ke TBM ini stabil antara 200 hingga 300 orang setiap bulan.