Media Kampung, Lampung Barat — Kebun Induk Hanakau di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, terus dikembangkan sebagai pusat percontohan, penelitian, dan pengembangan benih kopi unggul di Provinsi Lampung. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung kawasan tersebut pada Kamis, 9 Juli 2026.

Dalam kunjungan itu, gubernur bersama Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin dan jajaran pemerintah melihat berbagai inovasi budidaya kopi yang diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Kebun Induk Hanakau mengembangkan dua jenis kopi, yakni robusta dan arabika. Untuk robusta, tersedia sejumlah klon unggul nasional seperti BP 939, BP 936, BP 534, dan BP 436 sebagai sumber benih berkualitas. Selain itu, dikembangkan pula klon lokal potensial seperti Kopi Bagio, Turun Ujung, Bodong, dan Tugu Sari yang dipersiapkan menjadi varietas unggul bersertifikat.

Sementara itu, sekitar 200 batang kopi arabika ditanam sebagai bagian dari uji adaptasi di kawasan dataran tinggi Sukau untuk mengetahui potensi pengembangannya di Lampung Barat.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pengembangan benih unggul dan penerapan teknologi budidaya menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya saing kopi Lampung di pasar nasional maupun internasional.

Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung terhadap pengembangan komoditas kopi di daerahnya. “Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Bapak Gubernur Lampung yang telah hadir langsung di Kebun Induk Hanakau untuk melihat potensi kopi Lampung Barat,” ujarnya. Ia berharap pengembangan benih unggul dan inovasi di kebun tersebut dapat terus diperluas sehingga produktivitas meningkat, kesejahteraan petani lebih baik, dan kopi Lampung Barat memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar.