Media Kampung, Pekanbaru — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat transaksi senilai Rp725 miliar pada hari pertama Misi Dagang dan Investasi 2026 di Riau, Rabu 8 Juli 2026. Angka tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya proses transaksi antarpelaku usaha.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan misi dagang tahun ini merupakan yang kelima kalinya digelar sebagai upaya memperkuat kemitraan ekonomi antardaerah. Kegiatan melibatkan pemerintah daerah, organisasi pengusaha, dan pelaku UMKM.

Komoditas yang dipasarkan Jawa Timur antara lain bawang merah, beras, pupuk, filet dori, olahan daging, susu, sarden kaleng, rokok, teh, bibit sapi, hingga kopi green bean. Sementara dari Riau, Jawa Timur membeli udang vaname, arang, kelapa, dan minyak sawit.

Khofifah mengungkapkan hampir 99 persen kebutuhan minyak sawit Jawa Timur disuplai dari Riau. Hubungan dagang kedua provinsi pada 2025 telah mencapai lebih dari Rp9 triliun.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi menyambut baik misi dagang tersebut. Ia menilai kerja sama antardaerah menjadi momentum bagi pelaku usaha dan UMKM Riau untuk meningkatkan daya saing produk lokal.