Media Kampung – Para peneliti dari Purdue University dikejutkan oleh temuan seorang pengguna yang sangat produktif dalam menghasilkan cerita fiksi menggunakan ChatGPT. Pengguna tersebut, selama beberapa bulan, telah menulis ribuan variasi cerita yang berfokus pada salah satu karakter game visual novel Doki Doki Literature Club yang mengalami kehamilan. Temuan ini merupakan bagian dari studi berjudul AI Fiction in the Wild yang dipresentasikan di MFS Cultural AI Conference.

Studi Menganalisis Setengah Juta Percakapan ChatGPT

Penelitian ini menggunakan dataset WildChat, sebuah antarmuka ChatGPT gratis yang dihosting di Hugging Face. Para pengguna setuju bahwa percakapan mereka akan tersedia untuk publik secara anonim untuk keperluan akademis. Dari lebih dari 500.000 percakapan berbahasa Inggris yang dikumpulkan antara April 2023 dan Mei 2024, para peneliti menemukan bahwa lebih dari sepertiga percakapan mengandung permintaan pembuatan fiksi, termasuk cerita orisinal, skrip, roleplay, worldbuilding, fanfiksi, dan erotika.

Dua Tipe Pengguna Fiksi AI

Studi ini mengidentifikasi dua kategori utama pengguna yang meminta fiksi: story cyclers dan infinite story demanders. Story cyclers meminta iterasi dari cerita yang sama selama periode waktu tertentu, lalu beralih ke cerita atau topik lain. Sementara itu, infinite story demanders meminta cerita yang sama atau sangat mirip berulang kali dalam jangka waktu yang panjang.

Pengguna Paling Prolifik: Fiksasi pada Kehamilan Karakter Game

Pengguna paling produktif dalam kategori infinite story demanders memiliki minat yang sangat spesifik. Selama beberapa bulan, ia menghasilkan ribuan variasi cerita di mana salah satu karakter perempuan dari Doki Doki Literature Club, biasanya Natsuki, melahirkan seorang anak perempuan yang dinamai Sakura. Para peneliti mencatat bahwa nama Sakura mungkin merujuk pada karakter dari serial manga dan anime Naruto.

Fenomena ini menarik karena Doki Doki Literature Club adalah game visual novel yang terkenal dengan elemen horor psikologis, sehingga pilihan game tersebut untuk menghasilkan fanfiksi kehamilan dianggap ironis. Game ini tersedia gratis di Steam dan itch.io dan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima jam.

Konsentrasi Pengguna yang Sangat Tinggi

Pengguna dengan fiksasi kehamilan ini bukan satu-satunya kekuatan besar dalam dataset. Secara keseluruhan, hanya dua persen pengguna dalam subset fiksi yang bertanggung jawab atas lebih dari 80 persen percakapan. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar konten fiksi AI dihasilkan oleh segelintir pengguna yang sangat aktif.

Perbandingan dengan Fanfiksi Manusia

Menariknya, fandom yang paling populer dalam permintaan fanfiksi AI sangat berbeda dengan yang ada di repositori fanfiksi manusia seperti Archive of Our Own (AO3). Dalam dataset WildChat, fandom yang paling sering diminta adalah Doki Doki Literature Club, League of Legends, Freedom Planet, dan Naruto. Sementara itu, di AO3 pada periode yang sama, cerita berdasarkan Harry Potter, My Hero Academia, dan Supernatural jauh lebih umum.

Peneliti mencatat bahwa fanfiksi yang ditulis manusia bersifat komunal: penulis saling mendorong dan didorong oleh pembaca, yang mengikuti mereka ke fandom lain dan menemukan hal-hal baru untuk dicintai. Sebaliknya, menghasilkan fiksi dengan AI dianggap lebih solipsistik dan terisolasi. Meskipun fanfiksi biasanya menjadi ruang berbagi kecintaan terhadap cerita, versi yang dihasilkan AI secara inheren lebih masturbatoris dan individualistis.

Temuan ini memberikan gambaran tentang bagaimana AI digunakan untuk mengekspresikan kreativitas yang sangat personal dan berulang, sekaligus menyoroti perbedaan mendasar antara komunitas fanfiksi manusia dan interaksi satu arah dengan model bahasa besar.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.