Media Kampung – Keberadaan Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok yang membawa 20 awak buah kapal (ABK) asal Blimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan, hingga kini masih misterius. Kapal tersebut dilaporkan hilang saat melaut di perairan Kangean, Sumenep, Madura. Upaya pencarian yang melibatkan Basarnas dan Satpolairud Polda Jawa Timur belum membuahkan hasil.
Pencarian Intensif Belahum Temukan Tanda-tanda
Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polres Lamongan, AKP Guntur, menyatakan bahwa upaya pencarian terus dilakukan secara intensif. Pihaknya telah menghubungi berbagai unsur maritim, termasuk Direktorat Polairud Polda Jawa Timur yang mengerahkan armada dan berencana menerjunkan helikopter jika diperlukan. Basarnas juga akan bergerak, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda keberadaan kapal. “Saya juga sudah menghubungi Pelabuhan Kangean, Maselembu, dan Bawean. Tapi juga belum ada tanda-tanda,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa
AKP Guntur menegaskan bahwa kasus hilangnya KMN Entok ini dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan keluarga ABK dalam pertemuan di Kantor Rukun Nelayan, Paciran, Lamongan. Pertemuan itu dihadiri oleh Basarnas Lamongan, KSOP Tanjung Pakis, PSDKP Brondong, Dinas Perikanan Brondong, Syahbandar Perikanan, Kamladu Lamongan, Kepala Desa Blimbing, Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Ketua Rukun Nelayan Paciran, serta anggota Forkopimcam setempat.
Posko Terpadu Dibentuk untuk Koordinasi
Dalam pertemuan tersebut, AKP Guntur mengimbau keluarga dan kerabat ABK untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas kebenarannya, termasuk dari orang pintar. Untuk mengantisipasi kebingungan, dibentuk Posko Terpadu sebagai pusat koordinasi pencarian dan informasi bagi keluarga. “Jadi satu pintu saja, kalau ingin tahu informasi lewat posko saja,” tandasnya.
Doa Bersama dan Imbauan untuk Tetap Tenang
Acara ditutup dengan doa bersama, dengan harapan KMN Entok segera ditemukan dan semua ABK dalam kondisi selamat. AKP Guntur juga mengimbau seluruh keluarga awak kapal untuk tetap tenang, berpikir positif, dan terus menjalin komunikasi yang baik agar tidak terpengaruh oleh informasi yang belum jelas.
Kronologi Kejadian
KMN Entok milik Andik (43), warga Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran, Lamongan, berangkat melaut pada 3 Juni 2026 menuju perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, dengan membawa 20 ABK. Kapal dilaporkan hilang setelah sebulan tidak ada kabar. Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus dilakukan tanpa hasil.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.






















Tinggalkan Balasan