Media Kampung – Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan di babak 32 besar saat Republik Demokratik Kongo hampir menumbangkan Inggris. Meski akhirnya kalah 1-2, satu nama sukses mencuri perhatian: Lionel Mpasi, kiper RD Kongo yang tampil luar biasa dan membuat deretan bintang Inggris frustrasi.
Dalam laga yang digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Inggris sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Brian Cipenga pada 10 menit pertama. Namun, dua gol Harry Kane pada menit ke-75 dan 86 membalikkan keadaan. Meski kalah, performa Mpasi menjadi sorotan utama.
Penampilan Gemilang Lionel Mpasi
Kiper berusia 31 tahun itu melakukan serangkaian penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang emas dari Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford. Refleks cepat dan ketenangannya di bawah tekanan membuat Inggris harus bekerja keras hingga menit akhir untuk bisa mencetak gol.
Mpasi tercatat beberapa kali menepis tembakan jarak dekat yang seharusnya menjadi gol. Salah satu momen terbaiknya adalah saat ia menggagalkan peluang Bellingham yang menusuk dari lini kedua. Penampilannya mendapat pujian luas, termasuk dari pemain Inggris Elliot Anderson yang mengakui kehebatan sang kiper.
Karier Unik Lionel Mpasi
Lionel Mpasi lahir di Meaux, Prancis, pada 1 Agustus 1994. Ia memilih membela tanah leluhurnya, RD Kongo, di level internasional. Keputusan itu terbukti tepat karena ia menjadi salah satu kiper paling konsisten di Afrika.
Berbeda dengan kiper top dunia yang merumput di klub elite Eropa, Mpasi membangun kariernya di Rodez AF, klub kasta kedua Liga Prancis. Kemampuan utamanya adalah membaca arah bola, refleks tinggi, serta kepiawaian memblokir tembakan jarak dekat.
Dampak dan Implikasi
Penampilan gemilang Mpasi menunjukkan bahwa kualitas tidak selalu diukur dari level klub tempat bermain. Ia menjadi bukti bahwa kiper dari liga non-elite pun bisa tampil impresif di panggung Piala Dunia. Keberhasilannya membuat Inggris frustrasi juga menjadi pelajaran bagi tim-tim lain yang akan menghadapi RD Kongo di masa depan.
Bagi Inggris, kemenangan dramatis ini mengantarkan mereka ke babak 16 besar untuk menghadapi tuan rumah Meksiko. Namun, laga melawan Kongo menjadi peringatan bahwa tidak ada lawan yang bisa dianggap remeh di Piala Dunia.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.






















Tinggalkan Balasan