Media Kampung – Gelandang andalan Timnas Inggris, Declan Rice, menjadi sorotan setelah mengaku mengalami ‘terrible pain’ atau rasa sakit yang luar biasa saat Inggris mengalahkan DR Congo 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (2/7) waktu setempat. Pelatih Thomas Tuchel mengungkapkan bahwa Rice terpaksa ditarik keluar pada menit ke-89 karena tidak mampu menahan rasa sakit yang dialaminya.
Kondisi Cedera Declan Rice
Rice telah bergelut dengan masalah saraf di hamstring sejak Natal 2025. Cedera ini membuatnya absen pada laga grup melawan Panama. Ia juga sempat mengalami masalah betis akibat tekel keras saat melawan Ghana. Meski demikian, Rice tetap tampil melawan DR Congo dan bermain hingga nyaris sepanjang pertandingan.
Tuchel mengungkapkan percakapannya dengan Rice di akhir laga. “Saya bertanya kepadanya (Rice). Dia berkata: ‘Saya bisa melakukannya untuk tim, tapi saya dalam rasa sakit yang luar biasa.’ Saat Declan mengatakan itu, Anda tahu dia sudah tidak tahan lagi,” ujar Tuchel seperti dilansir The Mirror. Tuchel menambahkan bahwa Rice berterima kasih karena ditarik keluar, namun setelah pertandingan ia menyatakan tidak masalah dan yakin bisa pulih. “Tidak ada cedera, saya pikir dia akan pulih. Dia hanya kesakitan. Ini lebih ke nyeri saraf,” jelas Tuchel.
Kesiapan Hadapi Meksiko
Meski mengalami rasa sakit, Rice memastikan dirinya akan fit untuk menghadapi Meksiko pada babak 16 besar, Minggu (5/7) di Mexico City. Tuchel juga mengatakan bahwa Rice bisa tampil dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Namun, performa Rice yang terlihat lamban di lini tengah dan harus dipindahkan ke posisi bek kanan pada babak kedua memunculkan pertanyaan tentang kebugarannya.
Kekhawatiran Arsenal
Kondisi Rice juga menjadi kekhawatiran bagi Arsenal. Pemain berusia 27 tahun itu menjalani musim yang padat tanpa waktu istirahat yang cukup. Cedera yang terus mengganggu dikhawatirkan akan berdampak pada performanya di klub.
Faktor Altitude Meksiko
Selain masalah cedera Rice, Inggris juga menghadapi tantangan lain: ketinggian stadion Azteca yang mencapai 2.240 meter di atas permukaan laut. Tuchel mengeluhkan aturan FIFA yang melarang tim datang pada hari pertandingan, sehingga Inggris harus tiba di Mexico City dua hari sebelumnya. Hal ini membuat Inggris tidak bisa melakukan adaptasi altitude secara optimal. “Ini akan menjadi kerugian besar,” kata Tuchel. Bola akan terbang sekitar lima yard lebih jauh di ketinggian tersebut, yang bisa memengaruhi strategi permainan.
Inggris kini bersiap menghadapi Meksiko dengan kondisi Rice yang belum pulih sepenuhnya dan tantangan altitude yang signifikan. Keputusan Tuchel apakah akan menurunkan Rice sejak awal atau menyimpannya sebagai pemain pengganti akan menjadi kunci dalam laga hidup mati tersebut.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.






















Tinggalkan Balasan