Media Kampung – Pemerintah Qatar mengumumkan bahwa perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Doha menunjukkan kemajuan positif. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, menyatakan bahwa kemajuan tersebut dicapai setelah Qatar dan Pakistan memediasi pertemuan secara terpisah dengan delegasi kedua negara.

Fokus Pembahasan

Menurut Al-Ansari, pembahasan dalam perundingan difokuskan pada implementasi Nota Kesepahaman Islamabad. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil pembicaraan yang sebelumnya berlangsung di Danau Lucerne. Kedua pihak mencatat kemajuan yang positif dan sepakat untuk melanjutkan pembahasan. Pertemuan berikutnya akan dijadwalkan secepat mungkin setelah rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran selesai pada 9 Juli.

Respons Para Pihak

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, mengatakan perundingan di Doha berjalan dengan baik. Ia menyebut pembahasan mengenai isu nuklir akan segera dimulai setelah para perunding teknis bertemu dengan delegasi Iran dan Qatar. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memperingatkan akan memberikan respons yang kuat apabila Israel melancarkan serangan. Ia juga kembali mendesak Amerika Serikat untuk menahan sekutunya tersebut.

Kondisi Selat Hormuz

Di tengah perundingan, situasi di Selat Hormuz juga menjadi perhatian. Data MarineTraffic menunjukkan sedikitnya 35 kapal melintasi jalur pelayaran dalam 24 jam terakhir, menandakan aktivitas pelayaran tetap berlangsung normal. Komandan militer Amerika Serikat yang memimpin pasukan di Timur Tengah menggelar pembicaraan dengan sejumlah pejabat militer kawasan, dengan fokus pada situasi keamanan regional, termasuk kondisi di Selat Hormuz.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.