Media Kampung – Asian Agri memperkenalkan pengembangan terbaru bibit sawit Topaz Gen 2 yang mampu mendongkrak produktivitas secara signifikan. Dalam uji coba Topaz DxP Trial, bibit ini menghasilkan panen tahun pertama 24 ton TBS per hektare, dan pada tahun ketiga hingga keenam mencapai 38 ton TBS per hektare. Selain itu, oil extraction rate (OER) mencapai 29%, naik dari 25% pada generasi sebelumnya, sehingga produksi crude palm oil (CPO) dapat melampaui 10 ton per hektare.
Kenaikan OER dari 25% ke 29% mungkin terdengar kecil bagi orang di luar industri sawit, namun dalam skala ribuan hektare, peningkatan beberapa persen dapat bernilai puluhan miliar rupiah. Asian Agri menekankan bahwa target bukan hanya tandan buah segar (TBS) yang tinggi, melainkan keseimbangan antara produksi tandan, rendemen, dan efisiensi pengelolaan. Hal ini disampaikan dalam paparan Asian Agri pada IPOSC 2025 lalu di Kalimantan Barat.
Varietas Toleran Ganoderma
Selain produktivitas, Asian Agri juga mengembangkan Topaz GT (Ganoderma Tolerance) untuk mengatasi ancaman jamur Ganoderma penyebab busuk pangkal batang. Penyakit ini tidak hanya menjadi ancaman agronomis, tetapi juga ancaman investasi karena dapat merobohkan blok-blok tanaman produktif yang sudah berumur matang. Program seleksi menggunakan isolat Ganoderma paling patogen dari koleksi Asian Agri untuk mengidentifikasi material DxP yang toleran.
Fasilitas penyaringan yang disiapkan meliputi lebih dari 2 hektare lahan dengan empat nursery screening, berkapasitas 26 ribu bibit per bulan atau 312 ribu bibit per tahun. Sejak 2011 hingga 2024, sebanyak 9.810 progeni telah disaring, setara dengan 1.282.124 bibit. Angka ini menunjukkan komitmen riset yang konsisten. Topaz GT telah terdaftar di bawah Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian melalui Keputusan Menteri No. 45/KPTS/KB.020/2/2019.
Dengan kombinasi produktivitas tinggi dan toleransi terhadap Ganoderma, bibit Topaz menawarkan solusi bagi perkebunan sawit untuk meningkatkan efisiensi dan daya tahan kebun di tengah tekanan penyakit dan persaingan minyak nabati global.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.



Tinggalkan Balasan