Media Kampung – Peter Steinberger, pengembang OpenClaw, memanfaatkan token OpenAI senilai lebih dari 1,3 juta dolar AS dalam waktu hanya 30 hari. Penggunaan token tersebut menjadi catatan unik dalam pengembangan OpenClaw, sebuah agen AI otonom yang terus dikembangkan untuk berbagai tugas kompleks.
Jumlah pengeluaran Steinberger mencapai sekitar 1.305.088,81 dolar AS, berdasarkan data yang ia bagikan dari dashboard OpenAI miliknya. Dalam periode tersebut, lebih dari 603 miliar token digunakan melalui 7,6 juta permintaan yang diproses oleh sekitar 100 instance Codex. Tim kecil yang terdiri dari tiga orang mengelola operasi ini.
Steinberger mulai bergabung dengan OpenAI pada bulan Februari dan menyatakan bahwa perusahaan yang dipimpin Sam Altman ini menanggung biaya penggunaan token tersebut. Codex digunakan untuk beragam fungsi, seperti memindai kerentanan keamanan, menulis perbaikan, dan bahkan menghadiri rapat sebagai bagian dari pengembangan OpenClaw yang bersifat open source.
Dalam diskusi di media sosial, Steinberger mengonfirmasi bahwa angka penggunaan token tersebut memang berasal dari akunnya. Ia juga menanggapi komentar bahwa biaya tersebut setara dengan modal sebuah startup kecil dengan mengatakan bahwa ia sedang membangun beberapa startup secara bersamaan. Mengenai manfaat dari investasi besar ini, Steinberger menegaskan bahwa selain jutaan pengguna yang menikmati OpenClaw, pengembangan ini memberikan hasil yang signifikan.
Steinberger juga menjelaskan bahwa biaya tersebut berasal dari penggunaan mode cepat Codex yang memiliki harga lebih tinggi. Ia menambahkan bahwa jika menggunakan mode tradisional, biaya token bisa sekitar 70% lebih murah. Hal ini menunjukkan bahwa bekerja di OpenAI memberikan keuntungan tersendiri terkait akses dan penggunaan sumber daya AI.
Industri AI memang dikenal memerlukan sumber daya komputasi yang sangat besar, dan penggunaan token dalam jumlah masif ini menjadi salah satu contoh nyata. OpenClaw sendiri menonjol sebagai AI yang melakukan berbagai tugas nyata, dan pengembangan intensif ini mencerminkan kebutuhan besar akan token dalam mendukung fungsionalitasnya.
Sampai saat ini, Steinberger terus mengelola proyek OpenClaw dengan dukungan OpenAI, menunjukkan bagaimana teknologi AI dan pengembangan open source dapat berjalan beriringan dengan skala penggunaan sumber daya yang besar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan