Media Kampung – 18 April 2026 | Asteroid 99942 Apophis, yang dijuluki Dewa Kematian dan Kekacauan, diperkirakan akan melintasi jarak dekat Bumi pada tahun 2029, dengan ukuran setara tiga lapangan sepak bola.

Benda langit ini memiliki diameter sekitar 370 meter dan massa diperkirakan mencapai 4,6 triliun kilogram, menjadikannya salah satu asteroid paling masif yang pernah terdeteksi mendekati orbit Bumi.

Apophis mengikuti orbit elips yang memotong jalur Bumi setiap 7,5 tahun, dan perhitungan terbaru menunjukkan bahwa lintasannya pada 13 April 2029 akan berada pada jarak hanya 31.000 kilometer dari permukaan planet.

Jarak tersebut lebih dekat dibandingkan satelit geostasioner yang beroperasi pada ketinggian sekitar 35.800 kilometer, sehingga menimbulkan perhatian serius di kalangan ilmuwan dan pengamat antariksa.

Meskipun probabilitas tabrakan pada 2029 dinyatakan kurang dari 0,0001 persen oleh Badan Antariksa Amerika (NASA), skenario dampak tetap menjadi bahan studi intensif karena potensi kerusakan yang luas bila terjadi.

NASA menegaskan, “Apophis tidak akan menabrak Bumi pada dekade ini, namun pertemuan dekat ini memberikan peluang unik untuk menguji teknologi pelacakan dan mitigasi asteroid.”

Observatorium di seluruh dunia, termasuk observatorium Hale di Hawaii dan ESO di Chile, telah mengalokasikan jam pengamatan tambahan untuk memperbaiki parameter orbit dan karakteristik permukaan asteroid.

Data radar yang diperoleh dari teleskop Arecibo sebelum penutupan fasilitas tersebut, serta pengukuran optik terbaru, memungkinkan ilmuwan memetakan topografi Apophis dengan resolusi hingga 10 meter.

Sejak pertama kali terdeteksi pada akhir tahun 2004, Apophis telah mengalami beberapa revisi perkiraan risiko; pada 2005 sempat diprediksi memiliki peluang 2,7 persen untuk menabrak Bumi pada 2029, namun observasi lanjutan menurunkannya secara drastis.

Jika diperlukan, skenario defleksi seperti penggunaan kinetik impactor atau gravitasional tractor sedang dipelajari oleh tim Planetary Defense Coordination Office untuk memastikan ancaman serupa dapat dihindari di masa depan.

Masyarakat umum pun turut menanggapi dengan antusias, tercermin dari peningkatan pencarian informasi di media sosial dan penyelenggaraan acara edukasi publik mengenai bahaya asteroid.

Per 15 April 2029, semua jaringan pelacakan mengonfirmasi bahwa Apophis akan melewati titik terdekatnya tanpa menimbulkan bahaya, menandai keberhasilan kolaborasi internasional dalam pemantauan objek dekat Bumi.

Selain pertemuan 2029, Apophis diperkirakan akan kembali mendekati Bumi pada tahun 2036 dengan jarak sekitar 5,6 juta kilometer, yang meskipun lebih jauh, tetap menjadi fokus pengamatan lanjutan.

Beberapa lembaga antariksa, termasuk ESA dan JAXA, sedang merencanakan misi flyby pada fase 2036 untuk mengumpulkan sampel permukaan yang dapat mengungkap asal-usul batuan antariksa ini.

Dengan setiap lintasan dekat, ilmu pengetahuan mendapatkan wawasan baru tentang struktur internal asteroid, yang pada gilirannya memperkuat strategi pertahanan planet terhadap ancaman kosmik di masa yang akan datang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.