Media Kampung – Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Jakarta untuk mengikuti Misa memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus, Kamis, 14 Mei 2026. Pastor Romo Yohanes Deodatus menyampaikan bahwa setiap misa yang digelar di Katedral dihadiri sekitar 800 jemaat di dalam gereja serta sekitar 1.500 umat yang mengikuti dari luar ruangan.

Perayaan Kenaikan Tuhan tahun ini diadakan dalam empat sesi misa yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari. Romo Yohanes menjelaskan bahwa jadwal misa yang lebih banyak memungkinkan jemaat terbagi sehingga tidak diperlukan tenda khusus di halaman gereja seperti pada perayaan Natal dan Paskah sebelumnya.

“Untuk perayaan Ekaristi kali ini tidak menggunakan tenda di depan gereja karena dengan empat kali misa sehari, kapasitas gereja masih mampu menampung umat secara bergantian,” ungkap Romo Yohanes usai memimpin misa pertama di Gereja Katedral Jakarta Pusat.

Hari Kenaikan Yesus Kristus masih menjadi bagian dari rangkaian masa Paskah yang akan berakhir pada Pentakosta. Menurut Romo Yohanes, Pentakosta menandai turunnya Roh Kudus setelah Yesus naik ke surga. Dalam homilinya, ia mengajak umat untuk melanjutkan tugas Yesus dengan mewartakan kasih kepada sesama dan mendengarkan suara hati nurani yang dipenuhi Roh Kudus.

“Pada masa kini, kita diajak meneruskan tugas Yesus dengan menyebarkan kasih kepada sesama. Tuhan Allah mengutus Roh Kudus ke dalam hati manusia agar kita dapat mendengarkan nurani dan menjalankan tugas itu,” jelasnya.

Perayaan ini berlangsung dengan khidmat dan lancar, menandai pentingnya momen kenaikan Yesus bagi umat Katolik di ibu kota. Keberlanjutan tradisi ini menjadi pengingat akan tugas spiritual yang harus dijalankan oleh setiap umat setelah peristiwa kenaikan Kristus ke surga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.