Media Kampung – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) mengumumkan kolaborasi lintas iman dengan organisasi keagamaan lain untuk memperkuat pertahanan sosial ekonomi melalui program energi berkelanjutan dan pemberdayaan akar rumput.
Pernyataan ini disampaikan pada rapat koordinasi di PBNU, Jakarta, Senin 4 Mei 2026, yang dipimpin Ketua PBNU Alissa Wahid.
"Kita saat ini sedang mengembangkan pertahanan sosial ekonomi masyarakat, terutama dari sisi lingkungan. Fokus kami misalnya pada sektor energi, agar masyarakat tidak rentan terdampak oleh fluktuasi bahan bakar fosil," ujar Alissa Wahid dalam sambutan resmi.
Program tersebut dirancang sebagai peta jalan jangka panjang, bukan solusi instan, dengan tujuan menciptakan kemandirian energi bagi warga NU di seluruh Indonesia.
Inisiatif menitikberatkan pada pengembangan sumber energi terbarukan, pelatihan teknis, dan edukasi literasi lingkungan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Roadmap mencakup fase perencanaan, implementasi pilot di beberapa desa, hingga skala nasional, memastikan tiap tahap dapat diukur keberhasilannya secara objektif.
NU menekankan pentingnya membekali masyarakat dengan kapasitas ekonomi yang mandiri, sehingga produktivitas dapat meningkat tanpa bergantung pada bantuan eksternal.
Target utama program adalah meningkatkan ketahanan ekonomi lapisan paling bawah, memberi mereka daya tahan menghadapi fluktuasi pasar dan krisis ekonomi di masa depan.
Untuk memperluas jangkauan, NU membuka pintu kerja sama dengan Muhammadiyah, Gereja Katolik, dan Gereja Protestan, mengingat ketiga organisasi memiliki jaringan luas hingga ke pelosok.
Kolaborasi lintas iman diharapkan menghasilkan pertukaran sumber daya, pengetahuan, serta teknologi yang relevan untuk meningkatkan keterampilan produktif warga.
Sinergi tersebut menjadi simbol persatuan bangsa dalam mengatasi tantangan kemanusiaan dan ekonomi, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antar umat beragama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan