Media Kampung – Hendra Darmawan, anggota Majelis Tabligh PW Muhammadiyah DI Yogyakarta, mengajak umat Islam untuk meneladani Iran sebagai “Empire of Mind” dalam upaya memperkuat kepercayaan diri dan semangat ilmu pengetahuan.

Pidato tersebut disampaikan pada 26 April 2026 di Masjid Islamic Center Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dalam rangkaian program tahunan Majelis Tabligh yang menitikberatkan pada pengembangan intelektual umat.

Iran memiliki sejarah panjang sebagai pusat peradaban ilmu pengetahuan, dimulai sejak era Persia Kuno hingga masa kejayaan Islam, ketika kota-kota seperti Baghdad dan Isfahan menjadi magnet bagi para cendekiawan dunia.

Beberapa tokoh besar yang lahir dari tradisi ilmiah Iran meliputi Al‑Farabi, Avicenna (Ibnu Sina), dan Omar Khayyam, yang kontribusinya mencakup filsafat, kedokteran, dan matematika, serta memengaruhi perkembangan ilmu di Barat.

“Kita harus menelusuri jejak mereka, memahami metodologi berpikir kritis, dan menerapkannya dalam konteks kekinian,” ujar Hendra Darmawan dalam sambutannya, menekankan pentingnya menghidupkan kembali tradisi ilmu pengetahuan Islam.

Majelis Tabligh Muhammadiyah menekankan peran pendidikan sebagai pilar utama, dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan intelektual dalam kurikulum pesantren serta lembaga formal.

Iran modern terus mengembangkan kemampuan ilmiah, termasuk program luar angkasa, riset medis, dan energi nuklir sipil, yang menjadi contoh konkret bagi negara berkembang yang ingin meningkatkan kapasitas riset.

Indonesia, dengan populasi muda yang besar, memiliki potensi serupa bila mengoptimalkan sumber daya manusia melalui investasi pada riset dan pendidikan tinggi, serta memupuk budaya berpikir kritis.

Hendra mengajak para pemuka agama, akademisi, dan pengusaha untuk bersama-sama menyelenggarakan seminar, beasiswa, serta kolaborasi riset lintas negara guna mengimplementasikan semangat “Empire of Mind”.

Setelah acara, Majelis Tabligh berencana meluncurkan seri lokakarya bulanan di seluruh provinsi Jawa untuk memperdalam topik sejarah ilmu pengetahuan Islam dan aplikasinya di era digital.

Dengan langkah konkret ini, diharapkan umat Islam di Indonesia dapat menginternalisasi nilai kepercayaan diri, kreativitas, dan dedikasi ilmiah yang pernah menonjolkan Iran dalam sejarah peradaban dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.