Media Kampung – Harlah ke-76 Fatayat NU menegaskan pentingnya ziarah sekaligus aksi sosial sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat luas.

Acara tersebut dilaksanakan pada 22 Mei 2024 di Masjid Agung Jawa Timur, Surabaya, dengan kehadiran ratusan anggota Fatayat NU dari berbagai daerah. Kegiatan dimulai dengan tausiyah yang menekankan nilai kebersamaan dalam Islam.

Instruksi utama yang disampaikan meliputi ajakan mengunjungi makam para ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama serta melaksanakan bakti sosial di wilayah sekitar. Peserta diharapkan menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada keluarga kurang mampu.

Sebagai contoh, kelompok Fatayat NU dari Kabupaten Banyuwangi menyiapkan paket sembako senilai tiga ratus juta rupiah untuk dibagikan pada hari Jumat. Paket tersebut mencakup beras, minyak goreng, gula pasir, serta kebutuhan higiene dasar.

Tidak hanya di Jawa Timur, Fatayat NU juga mengkoordinasikan ziarah ke makam Sunan Ampel di Surabaya dan Sunan Kalijaga di Demak, meneguhkan ikatan sejarah. Kegiatan ini disertai ceramah singkat tentang nilai persaudaraan dalam tradisi Islam Nusantara.

Selain ziarah, aksi sosial meliputi pembangunan fasilitas sanitasi di desa-desa terpencil di Kabupaten Jombang. Proyek tersebut didukung oleh dana CSR beberapa perusahaan lokal yang bersinergi dengan organisasi perempuan NU.

Kepala Pimpinan Pusat Fatayat NU, Sdr. H. Sulaiman, menegaskan bahwa peran perempuan dalam kegiatan keagamaan harus senantiasa diiringi aksi nyata kepada yang membutuhkan. Ia menambahkan bahwa semangat gotong royong harus terus dipupuk melalui program-program berkelanjutan.

Para anggota Fatayat NU juga meluncurkan program literasi kesehatan bagi ibu-ibu muda di wilayah perkotaan Surabaya. Program tersebut mencakup penyuluhan gizi, pentingnya imunisasi, serta cara pencegahan penyakit menular.

Seluruh kegiatan direncanakan berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 22 hingga 24 Mei 2024, dengan agenda yang terstruktur. Setiap hari diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh kyai setempat.

Reaksi masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dari keluarga penerima bantuan yang menyatakan rasa terima kasih atas perhatian Fatayat NU. Mereka berharap program serupa dapat berlanjut pada kesempatan berikutnya.

Dalam konteks nasional, Harlah ke-76 ini menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama untuk memperkuat jaringan sosial keagamaan di era digital. Fatayat NU berencana memanfaatkan platform media sosial untuk menyebarkan informasi kegiatan secara real time.

Pengawasan dan evaluasi kegiatan dilakukan oleh tim khusus yang melaporkan hasil pelaksanaan kepada pengurus pusat. Laporan tersebut mencakup jumlah penerima manfaat, volume bantuan, serta dampak sosial yang dirasakan.

Dengan demikian, Harlah ke-76 Fatayat NU tidak hanya memperkuat ikatan spiritual melalui ziarah, tetapi juga menegaskan komitmen aksi sosial yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat. Kedepannya, organisasi bertekad memperluas jangkauan program ke seluruh provinsi Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.