Media Kampung – Makna Hadis Tentang Nubuat Rasulullah Mengenai Bangsa Persia menegaskan bahwa kepemimpinan umat Islam tidak ditentukan oleh etnis atau suku, melainkan oleh iman dan kontribusi nyata terhadap nilai-nilai Islam.

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta, Saiful Bahri, menyampaikan pendapatnya dalam sebuah pertemuan keagamaan yang berlangsung di Jakarta pada 20 April 2026.

Saiful Bahri menegaskan bahwa penyebutan bangsa Persia dalam hadis bukanlah indikasi keistimewaan rasial, melainkan simbolik untuk menekankan pentingnya keteguhan prinsip dalam menjalankan ajaran Nabi.

Dalam penjelasannya, Saiful Bahri menambahkan bahwa kontribusi nyata dalam menegakkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan pelayanan kepada masyarakat menjadi ukuran utama kepemimpinan.

Ia mencontohkan tokoh-tokoh Persia historis yang dikenal karena dedikasi mereka terhadap ilmu pengetahuan dan moralitas, sebagai inspirasi bagi umat Muslim masa kini.

“Nubuat tersebut bukan tentang keistimewaan ras atau suku, melainkan tentang iman, keteguhan prinsip, dan kontribusi nyata,” ujar Saiful Bahri dengan tegas.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi bahwa setiap individu, tanpa memandang asal-usul, dapat menjadi penerus kepemimpinan bila ia hidup sesuai dengan ajaran Islam.

Konteks historis hadis ini muncul pada masa ketika Persia merupakan pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan, sehingga pemilihan istilah tersebut mencerminkan penghargaan terhadap peran peradaban tersebut dalam peradaban Islam.

Para ulama kontemporer menafsirkan bahwa makna ini relevan hingga kini, terutama dalam menghadapi tantangan pluralitas dan globalisasi.

Penekanan pada nilai iman dan kontribusi praktis sejalan dengan upaya Muhammadiyah memperkuat peran sosial dan edukatifnya di berbagai daerah Indonesia.

Sejak pernyataan Saiful Bahri, diskusi tentang interpretasi hadis ini berkembang di forum-forum akademik, memperlihatkan minat yang tinggi terhadap pemahaman kontekstual Al-Qur’an dan Hadis.

Beberapa institusi pendidikan Islam telah menambahkan materi tentang “Nubuat Rasulullah Persia” dalam kurikulum studi sejarah Islam untuk menumbuhkan rasa toleransi.

Saat ini, Muhammadiyah DKI Jakarta terus mengadakan seminar dan lokakarya guna memperdalam pemahaman tentang peran universal kepemimpinan Islam, mengajak umat untuk meneladani semangat Persia dalam ilmu dan moralitas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.