Media Kampung – 15 April 2026 | Biaya penerbangan haji tahun 2026 diproyeksikan mengalami kenaikan signifikan, sehingga Kementerian Haji (Kemenhaj) mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,77 triliun ke DPR.
Penambahan dana ini dimaksudkan untuk menutupi selisih biaya tiket, biaya operasional maskapai, serta peningkatan layanan bagi sekitar 190.000 jamaah yang diperkirakan akan berangkat pada musim haji mendatang.
Direktur Jenderal Bimbingan Manasik Haji, Dr. H. Abdul Halim, menyatakan, “Kami berkomitmen memastikan harga tiket tetap terjangkau dan tidak dibebankan kepada jamaah meski biaya operasional naik.
Ia menambahkan bahwa dana tambahan akan dialokasikan secara transparan untuk menutupi biaya bahan bakar, biaya bandara, serta insentif bagi maskapai yang menyediakan slot tambahan.
Pemerintah menegaskan bahwa kenaikan biaya tidak akan mengurangi subsidi yang diberikan kepada jamaah, sehingga beban tambahan tetap ditanggung oleh negara.
Usulan tambahan anggaran ini akan dibahas dalam rapat komisi keuangan DPR pada bulan Agustus, dengan harapan persetujuan dapat diberikan sebelum akhir tahun fiskal.
DPR diperkirakan akan menilai kelayakan permohonan berdasarkan analisis dampak ekonomi serta kemampuan anggaran negara yang tengah menyesuaikan prioritas pembangunan.
Saat ini, permohonan masih dalam tahap evaluasi, dan Kemenhaj terus memantau perkembangan harga pasar serta menyiapkan rencana kontinjensi untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah haji tanpa penambahan beban bagi jamaah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.














Tinggalkan Balasan